10 Pantangan Sufi Dalam Kitab Lithalibi Thariq Al-Haqq (2/2)

10 Pantangan Sufi Dalam Kitab Lithalibi Thariq Al-Haqq (2/2)

Ringkasan 10 pantangan sufi dalam kitab Al-Ghunyah Lithalibi Thariq Al-Haqq, karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani qs. Dibagi dalam dua ulasan.

  1. Pantang menyebut musyrik, kafir dan munafik kepada Ahli Kiblah (Muslim).
    Laku ini akan menjauhkan dari murka Allah dan mendekatkan kepada ridha dan kasih sayang Allah. Menjadi pintu mulia menuju Allah yang membuat si hamba dikasihi oleh segenap makhluk.
  2. Pantang berpikir dan berangan-angan melakukan kemaksiatan, lahir dan batin, serta mencegah anggota tubuhnya dari hal itu.
    Ini adalah amalan yang paling cepat mendapat pahala bagi kalbu maupun fisik di dunia, disamping pahala di akhirat.
  3. Pantang menggantungkan biaya hidupnya kepada siapa pun, baik dalam jumlah sedikit atau banyak, pada saat memerlukan ataupun tidak.
    Sikap semacam ini akan melengkapi kemuliaan ibadah dan kehormatan ahli takwa, dan ini adalah pintu terdekat pada keikhlasan.
  4. Pantang bersikap tamak terhadap apa yang dimiliki manusia.
    Ini adalah kemuliaan terbesar, kekayaan sesungguhnya, kekuasaan agung, kebesaran yang luhur, keyakinan yang benar, dan kepasrahan yang tepat. Ia merupakan satu pintu keyakinan kepada Allah dan pintu zuhud yang mengantarkannya pada warak.
  5. Pantang bersikap takabur dan harus selalu tawajjuh.
    Sikap rendah hati ini akan menguatkan posisi hamba, meningkatkan derajatnya, menyempurnakan kemuliaannya di sisi Allah dan makhluk-Nya. Laku ini adalah dasar dan penyempurnaan seluruh ketaatan. Dan, menjadi tujuan mulia kaum zuhud ahli ibadah.

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah Lithalibi Thariq Al-Haqq.
Allaahumma shalli ‘alan-nabiyil Haasyimiyyi Muhammadiw wa’alaa aalihi wa sallim tasliiman.

There is 1 comment for this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *