4 Hal Menyangkut Harta yang Patut Anda Ketahui

Harta adalah sesuatu yang bermanfaat yang dimiliki seseorang. Milik di sini bukan dalam arti hakikat. Karena hakikatnya semua adalah milik Allah.

“dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.” (An Nur: 33).

Pemilik harta maksudnya ia diberi hak harta oleh Allah untuk memanfaatkan, mengelola dan menggunakannya. Baik itu untuk dirinya sendiri maupun orang lain atau hal lain yang dikehendakinya.

Meski begitu, sedikit ataupun banyak, kecil atau besar harta harus lah bermanfaat. Jika tidak bermanfaat maka sebetulnya tidak bisa disebut harta. Karena ia akan dimintai pertanggung jawaban.

“Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).” (At Takatsur:8).

Harta oleh al Qur’an juga dinamai dengan khair (sesuatu yang baik). Bukan saja mengisyaratkan bahwa ia harus diperoleh dan digunakan secara baik, tapi juga berfungsi menambah kebaikan seseorang.

كُتِبَ عَلَيْكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ اِنْ تَرَكَ خَيْرًا ۖ ۨالْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِۚ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ ۗ – ١٨٠

Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta (al khair), berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah: 180).

Dalam Islam setidaknya ada 4 hal yang penting untuk Anda perhatikan menyangkut harta.

Pertama, harta adalah pokok kehidupan

Al Qur’an menyebut harta sebagai pokok kehidupan dalam surah An Nisa ayat 5. Ini karena manusia tak bisa melepaskan diri darinya.

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (An-nisa: 5).

Untuk menjalankan hidup, manusia membutuhkan aneka kebutuhan sehari-hari. Untuk mencukupi kebutuhan tentu tak bisa dilepaskan dari harta. Demikian juga demi menjalankan peran sebagai khalifah yang membangun bumi serta memakmurkannya.

Kedua, harta harus beredar di tengah masyarakat

Harta tidak boleh hanya dikuasai oleh golongan tertentu. Harta harus beredar di semua kalangan, “agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (Al Hasyr ayat 7).

Selain itu Al Quran juga mengecam orang yang menimbun harta. Karena perilaku ini tidak akan membuat kehidupan damai dan harmonis. Justru sebaliknya menyebabkan kesengsaraan bagi sebagian saudara-saudara kita.

“(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At Taubah ayat 35).

Ketiga, harta memiliki fungsi sosial

Dalam Islam dikenal istilah zakat, sedekah, infaq, hadiah, hibah, waqaf dan lain sebagainya. Hal tersebut menyiratkan bahwa harta memiliki fungsi sosial. Harta sejatinya adalah milik Allah yang penggunaan, pemanfaatannya sesuai dengan tuntunan dari-Nya.

“Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. (Adz Dzariyat: 19).

Keempat, harta adalah ujian

Siapa yang mendapatkan harta, maka ia sejatinya tengah mendapatkan ujian. Apakah ia mampu mensyukurinya atau justru kufur terhadapnya. Harta adalah modal untuk membangun peradaban, jangan jadikan ia tujuan sehingga Anda menghalalkan segala cara untuk meraihnya ataupun lalai dalam menggunakannya.

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (Al Anfal: 28).

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...