4 Kebiasaan Negatif Yang Bikin Susah Diri Sendiri

Sesuatu yang berulang dilakukan bisa jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, tidak mudah untuk membongkarnya. Apalagi kalau itu kebiasaan buruk, pasti sangat mengganggu dan bisa bikin susah sendiri.

Maka sebelum itu jadi kebiasaan yang akhirnya membuat Anda menyesal di kemudian hari. Gak ada salahnya untuk menghentikan kebiasaan yang buruk dan menghambat pertumbuhan kualitas diri. Seperti empat kebiasaan buruk berikut ini:

Kebanyakan Rebahan
Rebahan untuk sekedar istirahat baik dilakukan. tapi kalau kebanyakan bisa banyak menimbulkan problem. Mulai dari problem kesehatan karena males berolahraga, sampai problem ekonomi karena Anda tak produktif.

Meski work from home misalnya, bukan berarti Anda banyak rebahan di rumah. Justru tak ada salahnya terus mencari ide baru yang bisa dilakukan untuk lebih produktif. Kebanyakan rebahan bisa jadi karena “pasrah bongkokan” dengan kata lain pasrah dengan keadaan tanpa mau evaluasi dan bertindak, dan ini dikecam dalam agama.

Overthinking
Berpikir secara berlebihan apalagi sampai bikin kecemasan yang akut perlu kamu hentikan. Karena kalau tidak, Anda akan kesulitan mengontrol diri dan justru membebani diri sendiri.

Misalnya, jangan ekspektasi berlebihan terhadap sesuatu atau khawatir yang over terhadap sesuatu yang belum terjadi. Yang terpenting, sejak awal hingga akhir berserah diri pada Allah, persiapan yang optimal dan usahakan yang terbaik.

Bergaul dengan Toxic People
Tidak semua orang patut ada dalam pergaulan Anda. Karena agama sendiri menganjurkan agar mempertimbangkan aspek kebaikan dan kesalehan. Salah satu yang perlu dihindari ialah toxic people.

Toxic people sederhananya ialah orang yang berpotensi atau diduga keras bisa mempengaruhi negatif secara kepribadian atau “meracuni”. Namun hal yang sulit untuk terhindar dari pergaulan yang bersih dari toxic people. Karena itu kemampuan untuk mengabaikan dan bersikap skala prioritas penting dikedepankan. Ini demi kebaikan Anda dan keluarga.

Gampang Baperan
Baperan alias bawa perasaan bisa negatif bisa positif sesuai konteks. Tapi kalau dikit-dikit baperan, gak bagus juga untuk perasaan Anda. Karena orang yang gampang baperan bisa dibilang terlalu sensitif dengan keadaan. Hanyut dalam perasaan sehingga membenamkan logika akal sehat. Kalau sudah hanyut mudah terombang ambing di bawa ke sana dan kemari.

Kalau sampai keterusan, gampang baper juga bisa memicu stress loh. Kalau sudah stres yang berkepanjangan, bisa menyebabkan penyakit. Dan kalau sampai penyakit datang, pasti banyak ongkos dan biaya yang perlu dikeluarkan. Jadi selain berpotensi rugi secara waktu dan ekonomi, gampang baper juga bisa berarti lalai dari dzikrullah.

Rekomendasi
Komentar
Loading...