40 Mahasiswa Al Azhar Mesir Menerima Talqin Dzikir

Kairo – Gairah dakwah TQN Pontren Suryalaya di Mesir semakin kuat setelah kunjungan Kiai Wahfiudin pada bulan februari tahun ini. Saat itu, di sela-sela program rihlah shufiyah yang diadakan TQNNews, wakil talqin dari Jakarta ini menyempatkan diri memenuhi kajian tasawuf yang diadakan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Univ. Al-Azhar.

Setidaknya sekitar 150 orang telah menerima talqin dzikir saat kunjungan itu. Santri-santri pengamal TQN Suryalaya semakin solid, menyusun kepengurusan dan mengajukan pendirian Lembaga Dakwah TQN Mesir (LDTQN). Bahkan kini mereka memiliki sekretariat (sementara masih sewa) sebagai pusat pengembangan dakwah tarekat di Mesir.

Melesat bagai anak panah yang meluncur dari busur, anak-anak muda TQN ini memperkuat kanal digital, mengembangkan program-program kerja yang diminati generasi milenial. Mereka juga aktif menjalin hubungan dengan berbagai organisasi seperti PCINU, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), Wisma Yayasan Sabah Kaherah (YWSK), Azhari Study Center (ASC) dan lainnya.

Keaktifan dakwah yang dilakukan teman-teman di Mesir membuat banyak orang ingin mengetahui lebih dalam apa inti ajaran dan amaliah TQN Suryalaya. Hasilnya, kajian tasawuf dan kegiatan amaliah dzikir khatam serta manaqib selalu ramai diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa Al-Azhar, khususnya yang berasal dari Indonesia. Ada juga yang berasal dari negara tetangga, Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Alhamdulillah kemarin sore pukul 15.00 waktu Mesir (Indonesia pukul 20.00 WIB) kawan-kawan yang baru bergabung menerima talqin dzikir melalui konferensi video,” ujar Muhammad Iqbal humas TQN Mesir melalui pesan singkat usai acara pada Jumat (13/11).

Iqbal mengatakan, kawan-kawan Al-Azhar yang mengambil talqin dzikir berkumpul di sekretariat TQN Mesir. “Kami gunakan laptop yang disambungkan dengan LCD Projector,” sambung Iqbal.

Sebelum talqin dzikir, Kiai Wahfiudin menyampaikan kajian tentang makna Lâ Ilâha Illa Allah. “Bertarekat itu harus memiliki Mursyid yang bisa membimbing, jangan asal-asalan melakukan perjalanan ruhani tanpa bimbingan mursyid,” terang Kiai Wahfiudin.

Para ikhwan yang menerima talqin dzikir mengucapkan rasa terima kasih atas bimbingan yang diberikan. Sah sudah mereka mengamalkan amaliah TQN Suryalaya dan menjadi murid Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (qs).

Sekalipun terpisah oleh jarak dan waktu namun bimbingan dan sentuhan ruhani seorang guru mursyid benar-benar dirasakan muridnya.

Semoga TQN Mesir semakin maju dan berkembang dengan bertambahnya pengamal dari ikhwan dan akhwat. Âmîn.

Rekomendasi
Komentar
Loading...