5 Cara Meningkatkan Critical Thinking Skill

Dalam banyak tempat, Al Qur’an mengajak manusia untuk menggunakan potensi akal yang dianugerahkan kepadanya. Sehingga di dalam mukjizat terbesar nabi Muhammad Saw tersebut banyak istilah yang disebutkan untuk menggambarkan penggunaan akal untuk berpikir secara kritis.

Mulai dari ta’qilun, tadzakkarun, tatafakkarun, tandzurun, yatadabbarun, hingga yafqahun. Bahkan ayat yang pertama kali turun ialah perintah untuk membaca (iqra’).

Perintah membaca ialah salah satu proses berpikir kritis terhadap objek atau sesuatu. Membaca juga dinilai oleh para pakar bisa meningkatkan kemampuan critical thinking. Secara sederhana, al Qur’an menuntut manusia mengembangkan critical thinking demi kesuksesan dalam menjalankan peran dan tugasnya di muka bumi.

Mengapa Critical Thinking itu Penting?

Critical Thinking berguna untuk memahami dan mengatasi situasi berdasarkan informasi yang tersedia dan kenyataan atau fakta yang terjadi.

Berpikir kritis melibatkan beberapa proses, di antaranya pengorganisasian fakta, data dan informasi untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang efektif.

Keterampilan berpikir kritis perlu dibangun dan terus dikembangkan agar bisa membantu Anda berhasil dalam menjalankan aktivitas dan pekerjaan serta sukses menjadi khalifatullah fil ardh.

Critical thinking ialah aktivitas menganalisis fakta untuk memahami suatu masalah atau topik secara menyeluruh.

Hal yang juga fundamental dalam critical thinking ialah menjadi objektif. Artinya menganalisis masalah tanpa melibatkan prasangka pribadi, emosi, atau pun asumsi mempengaruhi cara berpikir.

Sebaliknya pemikir kritis hanya menganalisis masalah berdasarkan konteks, data dan fakta yang dikumpulkan setelah melakukan penelitian secara menyeluruh dan tidak subyektif atau tidak ada kecenderungan memihak.

Keterampilan ini penting karena bisa membantu memecahkan masalah, mengembangkan solusi dan menciptakan inovasi. Sehingga bisa membuat bisnis berjalan lancar dan berkembang, membuat karir kerja meningkat.

Aneka permasalahan menyangkut inefisiensi dalam manajemen dan proses bisa diselesaikan dengan menggunakan critical thinking. Begitu juga konflik yang muncul dalam suatu organisasi bisa ditangani dengan berpikir kritis dan bijak untuk memahami sifat konflik dan tindakan yang harus diambil.

Dikutip dari indeed.com, untuk mengasah kemampuan berpikir kritis ada 5 langkah yang bisa dikembangkan.

1. Observation
Melakukan pengamatan untuk mengidentifikasi masalah ialah titik awal untuk berpikir kritis. Dengan pengalaman observasi, Anda bisa memprediksi kapan suatu masalah bisa terjadi.

Meningkatkan keterampilan observasi artinya mengajak Anda untuk lebih memperhatikan lingkungan, lebih mindfulness, lebih menyeluruh dalam melihat dan memproses informasi.

2. Analysis
Ketika masalah sudah teridentifikasi, diperlukan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi situasi. Analisa secara efektif berdasarkan data, fakta dan informasi yang diperlukan. Serta melakukan penelitian atas data yang relevan dan menilai temuan secara akurat dan objektif.

Keterampilan ini juga bisa dikembangkan dengan banyak mengambil pengalaman baru. Misalnya membaca buku, mengkuti kelas, seminar atau pun workshop yang mendorong Anda berpikir dengan cara-cara baru. Hal ini bisa membantu untuk membangun keterampilan dalam menafsirkan informasi baru dan membuat keputusan rasional berdasarkan analisis yang baik.

3. Inference
Inferensi ialah keterampilan yang melibatkan penarikan kesimpulan. Kesimpulan diambil berdasarkan informasi dan data yang telah dianalisa.

Meningkatkan keterampilan ini, membutuhkan kesabaran sehingga tidak cepat menarik kesimpulan. Tapi membutuhkan petunjuk sebanyak mungkin yang dibutuhkan untuk menarik kesimpulan secara cerdas.

Data, laporan, informasi membantu Anda untuk melakukan evaluasi terhadap situasi dan melihat semuanya secara cermat sebelum membuat keputusan.

4. Communication
Keterampilan komunikasi amatlah penting ketika tiba waktunya untuk menerangkan dan menguraikan apa yang menjadi pokok pikiran serta Analisa Anda.

Komunikasi juga dibutuhkan saat mendiskusikan masalah dan kemungkinan solusi atas problem dengan rekan, atau pemangku kepentingan lainnya.

Meningkatkan kemampuan komunikasi bisa melalui terlibat dalam diskusi dengan orang yang memiliki pandangan yang berbeda dengan Anda. Komunikasi yang baik artinya juga mau mendengarkan secara aktif, menghargai pandangan dan mencoba memahami perspektif orang lain. Serta mampu menjelaskan ide Anda dengan tenang dan rasional.

5. Problem Solving
Setelah Anda mampu mengidentifikasi masalah, menganalisisnya serta menelaah kemungkinan solusi, langkah selanjutnya ialah menerapkan solusi.

Critical thinking dibutuhkan untuk menerapkan solusi terbaik dan mengevaluasinya. Apakah solusi tersebut berjalan efektif atau tidak.

Selain itu, keterampilan untuk memecahkan masalah didasari juga oleh niat. Apakah niat Anda tidak bertentangan dengan prinsip ajaran Islam atau tidak. Jangan sampai Anda memecahkan masalah tapi digunakan untuk tujuan yang mencederai misalnya kemanusiaan atau merusak lingkungan.

Rekomendasi
Komentar
Loading...