5 Manfaat Luar Biasa dari Introspeksi Diri

Salah satu yang amat dianjurkan oleh Islam adalah melakukan introspeksi. Introspeksi itu melihat apa yang sudah Anda lakukan. Menilai apakah yang Anda lakukan itu benar atau salah. Adakah kekurangan yang bisa diperbaiki dari yang telah Anda lakukan.

Dengan melakukan peninjauan ini, Anda dapat memperbaiki kesalahan dan kekurangan, dapat pula meningkatkan kualitas pengabdian. Jika sudah baik yang Anda lakukan, introspeksi dapat menyempurnakannya.

Tetapi jika tanpa introspeksi, kesalahan pasti akan terus berlanjut dan berulang. Pada akhirnya penyesalan pasti tiba, tinggal menunggu waktu saja.

Dalam surah Al Hasyr ayat 18, Allah Swt menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini bicara tentang tiga waktu, masa kini, masa lalu dan masa depan. Di masa kini agar Anda memperhatikan apa yang telah diperbuat dengan melakukan evaluasi, dan introspeksi diri terhadap amal yang telah dilakukan di masa lalu. Introspeksi ini Anda lakukan demi masa depan yang lebih baik, di dunia maupun di akhirat.

Lalu manfaat apa saja yang bisa Anda peroleh ketika melakukan introspeksi

Pertama, lebih cepat menyadari kesalahan

Jika ada menemukan kesalahan dari yang telah Anda lakukan, Anda bisa segera menyesal dan bertaubat atas kesalahan itu, dan menjadi lebih dekat kepada Allah swt.

Kedua, segera memperbaiki diri

Dengan introspeksi Anda terdorong untuk memperbaiki diri, lebih bertanggung jawab, melaksanakan kewajiban, mengembalikan hak orang lain, atau meminta maaf atas kesalahan.

Ketiga, melahirkan ketenangan

Dengan segera mengetahui kesalahan dan memperbaikinya, pada akhirnya akan lahir kesadaran dan ketenangan batin. Lain halnya jika mengabaikannya, kesalahan akan berlarut larut dan bisa mengundang bencana.

Keempat, tidak merasa suci

Dengan selalu melakukan peninjauan terhadap diri, Anda akan menyadari bahwa ada saja kesalahan dan kekurangan yang diperbuat. Dengan begitu Anda tidak merasa suci. Sebagaimana firman Allah Swyt dalam surah An Najm ayat 32, “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.”

Kelima, mengetahui kadar diri dan skala prioritas

Sebelum melangkah lakukan introspeksi. Perhitungkan kemampuan diri dan langkah yang direncanakan. Lalu setelah melangkah apakah amal atau aktifitas ini sesuai tuntunan ataukah belum? Kalau belum diluruskan dan disempurnakan. Pikirkanlah amalan yang telah terbiasa dilakukan apakah itu perlu atau tidak? Apakah yang kita lakukan menyebabkan yang lebih baik tertinggal? apakah yang kita lakukan hanyalah dorongan nafsu atau untuk meraih ridha-Nya.

Pikirkan juga apakah itu baik atau buruk? apakah ada yang lebih penting untuk dilakukan? di sini skala prioritas menjadi utama. Setelah sudah bulat tekad, maka luruskanlah niat demi karena Allah.

Introspeksi diri dilakukan dalam segala hal, terutama bagaimana dalam hal melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Merenungkan dan mengingat kemana waktu telah dihabiskan.

Perhatikan juga apa yang dilakukan oleh anggota tubuh, mulai dari qalbu, lidah, mata tangan kaki. Pada akhirnya introspeksi itu akan berdampak pada kehidupan yang lebih baik lagi. Terutama agar tidak melenceng dari jalan-Nya.

Rasul Saw bersabda, “orang yang cerdas adalah orang yang melakukan introspeksi diri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya”. (HR. Tirmidzi).

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...