7 Manfaat Mengenali Diri Lebih Baik

Imam Al Ghazali dalam kitab Maarijul Qudsi fi Madariji Ma’rifatin Nafsi mengatakan sudah selayaknya orang yang berakal itu menjadikan Allah di setiap awal dan akhir pikirannya serta menjiwai setiap buah pikirnya.

Manusia dengan akalnya tersebut menjelalajahi area kerajaan dan ayat-tanda-tanda kekuasaan-Nya yang berserakan di alam raya. Termasuk diri manusia yang menjadi jejak paling nyata akan tajalli-Nya.

سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fusshilat: 53).

Imam Ghazali mengutip sabdanya, siapa yang mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhan-nya. Yang paling mengenal dirinya dia lah yang paling mengenal Tuhan-nya. Itu sebabnya banyak ayat yang menganjurkan manusia untuk mengenal dirinya.

وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (Adz Dzariyat: 20-21).

Lalu apa manfaat dari mengenal diri selain dari yang utama yakni mengenal Tuhan-nya?

Upgrade dan Mengenal Potensi Diri
Manusia dibekali potensi yang luar biasa pada dirinya. Potensi itu harus disyukuri, dan cara mensyukurinya ialah dengan mempergunakan potensi itu sebaik-baiknya.

Namun bagaimana bisa dipergunakan sebaik-baiknya, jika kamu tidak mengenal potensi diri sendiri. Tentu mustahil untuk mengembangkan apalagi mendayagunakannya untuk kebaikan sesama. Bukankah manusia yang paling baik ialah yang paling bermanfaat bagi sesamanya? (Foto: FreePik)

Berprestasi dan Berbakti
Untuk berprestasi baik di lingkungan akademis atau sekolah, lingkungan maupun keluarga, tak bisa tidak kamu perlu mengenal diri. Apa kelebihan, kekurangan, kecenderungan, dan motivasi untuk terus berprestasi.

Begitu pula untuk berbakti kepada orang tua, berbakti kepada bangsa, negara dan agama. Apa yang bisa dilakukan tentu tergantung pengenalan yang baik terhadap diri dan menyesuaikannya dengan kontribusi yang dibutuhkan. (Foto: FreePik)

Mengatasi Hambatan Diri
Dalam hidup ada saja hambatan, baik itu dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Untuk mengatasi hambatan tersebut perlu dikenali faktor-faktor tersebut dan cara mengatasinya.

Dalam Islam paling tidak ada dua yang bisa menjadi hambatan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pertama ialah hawa nafsu atau dorongan biologis hewani manusia. kedua, bujuk rayu setan yang berselimut dalam diri. (Foto: FreePik)

Meningkatkan Performa Diri
Performa manusia idealnya lebih baik dari waktu ke waktu di mana pun ia berada. Namun tak sedikit yang mau melihat diri melalui evaluasi dan pengecekan progress serta mengukur kedisiplinan diri. Akibatnya banyak kegagalan yang tidak jadi pelajaran yang berujung pada penyesalan.

Performa diri yang meningkat ialah dia yang selalu menyucikan diri, membersihkan jiwa dari kotoran qalbu dan penyakit hati serta merasakan kehadiran Allah dalam setiap langkahnya. (Foto: FreePik)

Minat dan Bakat On The Track
Setiap orang memiliki minat dan bakat yang perlu diketahui. Mendeteksinya bisa melalui eksplorasi diri dan mau mencoba hal baru. Namun perlu dicatat, minat dan bakat juga perlu tekad yang kuat untuk mencapai yang diharapkan.

Jangan sampai keengganan untuk mengenali minat dan bakat itu, membuat kesempatan baik menjadi hilang begitu saja. Di sinilah pentingnya mengenali diri bukan hanya secara lahiriah, tapi juga batiniahnya. (Foto: FreePik)

Beradaptasi di Era Global dan Digital
Adanya perubahan akibat perkembangan zaman terutama teknologi menuntut kita untuk beradaptasi demi bertahan hidup dan menjalankan misi untuk memakmurkan bumi (khalifah).

Daya adaptasi, ketahanan mental, kerja sama yang baik, komunikasi, serta kolaborasi menjadi kunci untuk menghadapi perubahan dan tantangan zaman. Itu semua diawali dengan mengenali diri dengan lebih baik. (Foto: FreePik)

Stay Connected and Positive Vibes
Diri manusia yang hakiki ialah yang ruhani. Kesalahan paradigma, misalnya dalam melihat diri sebagai makhluk fisik biologis semata bisa berakibat fatal. Salah satunya gampang stres, lalai, tertekan, dikuasai hawa nafsu dan terperdaya setan.

Yang paling dikhawatirkan ialah sengsara di dunia, menderita di akhirat. Padahal dalam Islam, konektivitas dengan Sang Maha Pencipta ialah untuk kesehatan ruhani sekaligus kebahagiaan manusia itu sendiri. Oelh sebab itu, meneliti diri dalam setiap jalan yang ditempuh menjadi kelaziman setiap manusia. (Foto: FreePik)

Rekomendasi
Komentar
Loading...