Abah Anom, Inabah dan Pembangunan Nasional

Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin sebagai Mursyid TQN Pontren Suryalaya punya peran dan kontribusi yang besar untuk Indonesia. Rasa cinta tanah air yang kuat ditunjukkan oleh pangersa Abah dengan menyusun sebuah metode yang sejalan dengan visi pembangunan nasional.

“Pembangunan Nasional yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, pada hakikatnya yaitu pembangunan manusia seutuhnya. Yakni pembangunan yang bukan hanya pembangunan jasmani saja tapi juga pembangunan rohani,” demikian tulis Abah Anom dalam kata pengantar buku Ibadah Sebagai Methoda Pembinaan Korban Penyalahgunaan Narkotika dan Kenakalan Remaja.

Pangersa Abah Anom menilai bahwa pembangunan nasional itu bukan hanya sekadar mengejar kemajuan lahiriah dan batiniah saja, tapi sangat diharapkan adanya keseimbangan. Bagaimana keseimbangan hubungan antara makhluk dengan Khalik-nya. Keseimbangan hubungan antara manusia dengan manusia, juga antara manusia dengan alam sekitarnya.

Ringkasnya harus ada keseimbangan antara kehidupan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana firman Allah Swt dalam al Qur’an;

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashas ayat 77).

Abah Anom menyusun sebuah metode untuk mengembalikan kesehatan jiwa masyarakat. Sejak tahun 1977, sebagian remaja yang dititipkan oleh orang tuanya ke ke Pondok Pesantren Suryalaya adalah mereka yang menderita gangguan kejiwaan. Antara lain terlibat penyalahgunaan narkotika, zat adiktif lain dan kenakalan remaja.

Mereka yang dititipkan itu kemudian mendapat pembinaan khusus untuk mengembalikan mereka menjadi manusia yang sehat secara fisik dan jiwanya. Abah Anom memprakarsai pendirian panti asuh yang kemudian pada tahun 1980 menjadi Inabah.

Menariknya, buku yang menjadi pedoman metode Pembinaan Korban Penyalahgunaan Narkotika dan Kenakalan Remaja hanya terdiri dari 15 halaman dan itu sudah termasuk kata pengantar.

Buku tipis tersebut dijadikan kurikulum dan silabus serta menjadi pegangan bagi para pembina Inabah khususnya dan bagi Ikhwan TQN pada umumnya serta dapat dimanfaatkan demi kemaslahatan umat manusia.

Abah Anom menekankan pentingnya pendidikan rohani bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan rohani bisa diperoleh melalui banyak cara, misalnya melalui ceramah keagamaan, bacaan keagamaan dan lain sebagainya. Dan pendidikan rohani yang penting dalam pandangan Abah Anom adalah melalui pelaksanaan ibadah secara intensif, khusyuk serta dawam atau langgeng.

Itu sebabnya, jika dicermati buku yang menjadi pedoman untuk korban penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja tersebut berisikan amaliah ibadah harian dari sejak bangun tidur hingga tidur kembali.

Gerbang Pontren Suryalaya.

Abah Anom tidak banyak berteori untuk mengembalikan kerusakan mental dan psikis generasi muda. Tetapi melalui praktik amaliah harian yang dilaksanakan secara kontinu. Ini menandakan, bukan tebalnya buku yang bisa mentransformasi masyarakat, tapi keikhlasan untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dan mendekatkan diri pada Allah Swt.

Metode amal ilmiah dan ilmu ilmiah Abah Anom sangat sederhana, tapi hasilnya bisa dilihat dan dirasakan secara langsung. Sejak tahun 1980 hingga wafatnya, Abah Anom telah mendirikan puluhan Inabah baik di dalam dan luar negeri, sebuah panti rehabilitasi remaja korban penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Tak terhitung sudah berapa orang yang selamat dari jerat narkoba.

Pada tahun 2009, Abah Anom menerima Piagam “Distinguished Service Awards” dari International Federation of Non-Government Organisations (IFNGO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan lembaga internasional kepada seseorang yang mengabdi dalam pemulihan korban narkoba. Abah Anom dinilai telah menyelamatkan nyawa serta masa depan anak bangsa.

Sekali lagi, diterbitkannya buku metode Abah Anom itu bukan hanya dimaksudkan sebagai bekal ibadah kaum muslimin Ikhwan TQN, tapi juga menunjukkan besarnya dukungan Abah Anom kepada pemerintah sekaligus perhatian kepada generasi muda.

“Juga mengandung maksud membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam pembinaan akhlak remaja, terutama mereka yang menyalahgunakan narkotik dan kenakalan remaja lainnya yang dibina di Pondok Remaja Inabah Pondok Pesantren Suryalaya,” pungkas putra Syekh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad.

Rekomendasi
Komentar
Loading...