Agar Buku Catatan Amal Diterima Dengan Tangan Kanan

Alhamdulillah kita dipertemukan kembali oleh Allah Swt dengan bulan Sya’ban. Di bulan ini ada satu malam saat seluruh buku catatan amal kita dilaporkan kepada Allah Swt. Malam itu dikenal dengan Nisfu Sya’ban.

Sejak usia baligh setiap manusia ditetapkan buku catatan amal hidupnya. Kelak, buku ini akan diserahkan kepada masing-masing pemiliknya. Beruntunglah orang yang menerima buku tersebut dari sebelah kanan, dan merugilah bagi yang menerimanya dari sebelah kiri.

“Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, maka dia akan masuk ke dalam api neraka menyala-nyala (neraka).” (QS. 84, Al-Insyiqaq: 7–12).

Artikel Terkait: Hadapi Covid-19 Sinkronkan Frekuensi Covi dengan Dzikrullah

Agar buku catatan amal diterima dengan tangan kanan, kita tingkatkan amaliah di bulan Sya’ban, terutama di malam Nisfu Sya’ban. Rasul bersabda dalam kitab Tafsir Al-Kasysyáf karya Abul Qosim Mahmud bin Umar az-Zamaksyari:

من صلى فى هذه اللّيلة مائة ركعة أرسل الله إليه مائة ملك

“Barangsiapa mampu melaksanakan shalat nisfu Sya’ban 100 rakaat, maka Allah akan mengutus baginya 100 malaikat”.

Dari 100 malaikat tersebut dibagi menjadi 4 kelompok tugas:

  1. 30 malaikat akan memberikan kabar gembira dengan surga.
  2. 30 malaikat akan menyelamatkannya dari panasnya api neraka.
  3. 30 malaikat akan menolak dari malapetaka dunia. Virus Corona merupakan bagian dari malapetaka dunia. 30 malaikat ini juga akan menjauhkan kita darinya.
  4. 10 malaikat akan menyelamatkan diri kita dari tipu daya Setan. Setan yang secara nyata adalah musuh kita, tapi seringkali dijadikan sebagai teman. Malaikat ini akan menjadi pengawal dari tipu daya tersebut.

Artikel Terkait: Pendidikan Karakter Berbasis Tasawuf Tuntunan Syekh Mursyid

Dijelaskan juga dalam kita Al-Ghunyah karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani (qs). Amaliah yang diwiridkan pada malam Nisfu Sya’ban adalah shalat sunat 100 rakaat dengan membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali. Tiap-tiap rakaat dibaca 10 kali. Shalat ini disebut shalátul khaír.

وَرُوِيَ عَنِ الْحَسَنِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى أَنَّهُ قَالَ: حَدَّثَنِى ثَلَاثُوْنَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ ﷺ: أَنَّهُ مَنْ صَلَّى هذِهِ الصَّلاَةَ فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ سَبْعِيْنَ نَظْرَةً, وَقَضَى لَهُ بِكُلِّ نَظْرَةٍ سَبْعِيْنَ حَاجَةً, أَدْنَاهَا الْمَغْفِرَةُ.

“Diriwayat dari Sayyid Hasan, katanya: ‘Telah menceritakan kepadaku 30 orang sahabat Rasul Saw. barangsiapa melaksanakan shalat ini di malam Nisfu Sya’ban, niscaya Allah akan memandangnya dengan 70 kali pandangan, dimana pada setiap satu kali pandangan akan dikabulkan 70 hajat. Serendah-rendahnya dari hajat tersebut adalah pengampunan.’”

Dalam pandangan KH. Drs. Endis Sandisi, al-maghfirah atau pengampunan yang disebut paling rendah itulah paling tinggi. Sebab kalau kita kembali menghadap kepada Allah tidak dalam pengampunan-Nya, rugi dan celakalah kita.

Dengan adanya penjelasan dari kita al-Kasysyáf dan al-Ghunyah tersebut, jangan ragu lagi memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban, terlebih lagi shalat sunat Nisfu Sya’ban 100 rakaat.

Artikel Terkait: Apa Strategi Kamu Pasca Covid-19?

Mudah-mudahan dari awal sampai akhir manakib bulan Sya’ban ini mendapatkan barakah dari Allah Swt. Semoga segala hajat kita dikabul Allah Swt dan dijauhkan dari segala malapetaka dunia akhirat.

Semoga wabah virus Corona dicabut oleh Allah Swt diganti dengan keamanan, keselamatan, dan kesehatan.

Amin Al-Fatihah.

(Diambil dari rilis rangkuman Manaqib bulan Sya’ban, Div. Litbang LDTQN Pontren Suryalaya Pusat)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...