Ajengan Zezen: 3 Keagungan Kalimat Lā ilāha illā Allāh 

Setiap hari ikhwan TQN Pontren Suryalaya melakukan suluk. Amalan yang paling utama adalah mendawamkan dzikir Lā ilāha illā Allāh.  Kalimat ini adalah induk segala wirid, rajanya segala amalan.

Setidaknya ada 3 keagungan kalimat Lā ilāha illā Allāh

  1. Masuk Islam harus dengan kalimat Lā ilāha illā Allāh. Asyhadu adalah tambahan, berupa sumpah. Ucapkan Asyhadu ratusan kali tanpa disambung dengan Lā ilāha illā Allāh tidak bisa dianggap masuk islam.
  2. Siapa yang akhir kalamnya mengucapkan Lā ilāha illā Allāh masuk surga. Maka ketika orang sakratul maut selalu didampingi untuk diingatkan Lā ilāha illā Allāh. Itulah kalimat yang ingin dibawa oleh setiap insan.
  3. Orang tidak akan mencapai tingkat kewalian tanpa selesai mengamalkan Lā ilāha illā Allāh. Tidak ada kamus orang menjadi wali tanpa tarekat. Bagaimana orang bisa wushul jika tidak dibimbing oleh yang sudah wushul.

Itulah luar biasanya Lā ilāha illā Allāh. Mengamalkan Lā ilāha illā Allāh dapat pahala banyak? Bukan pahala.

Pahala di sisi makrifat sama dengan makanan bagi kambing. Bukan bermaksud menghina pahala walaupun di dalam quran banyak keterangan tentang pahala. Bagi orang yang sudah menjadi murid tarekat tidak mengamalkan sesuatu karena ingin pahala. Kenapa? Karena pemberian dari Allah SWT sudah lebih banyak dari pada yang kita minta.

Lā ilāha illā Allāh adalah jaminan selamat seumur-umur tanpa batas. Namun jika Lā ilāha illā Allāh tidak terbawa maka jaminan sengsara seumur-umur jutaan tahun tanpa batas.

Karena itu amalkan terus dzikir yang telah diajarkan Pangersa Abah sekurang-kurangnya 165x lebih banyak lebih bagus.

Diringkas dari ceramah KH. Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab di kanal Youtube: Salik Channel.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...