Alhamdulillah, 48 Disabilitas Netra Menerima Talqin Dzikir

Jakarta – Sebanyak 48 disabilitas netra yang tergabung dalam Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) kembali mengadakan pengajian bulanan di Masjid Abu Bakar Ash Shidiq. Pandemi Covid-19 membuat pengajian tertunda selama empat bulan.

Pengajian yang digelar pada Selasa (28/7) di dihadiri beberapa tokoh penggerak dakwah seperti Ketua DPW ITMI Furqon Hidayat, Kacab Bank Syariah Mandiri Ali Pahlevi, Ketua Yayasan Rumah Aspirasi ITMI Arief dan Founder HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan) Abdul Latif.

Ustadz Latif menjelaskan pentingnya memahami dan menjalankan 3 pilar agama yaitu, Islam, Iman dan Ihsan.

“Layaknya tripod, kalau satu saja kita lepas, akan terjatuh. Tidak bisa hanya satu atau dua pilar saja yang kita pilih untuk mengokohkan agama,” terangnya saat menyampaikan ceramah.

Menurut alumni Pesantren Asshidiqiyah ini, setiap rukun agama (Islam, Iman dan Ihsan) perlu ada ilmunya. Fiqih untuk Islam, Ushuluddin untuk Iman dan Tashawuf untuk Ihsan.

“Diantara ketiga pilar ini yang paling tidak populer adalah Rukun Ihsan. Maka ceramah kali ini saya akan menekankan pemahaman tentang rukun ihsan,” sambungnya.

Setelah menyimak paparan tentang rukun ihsan, peserta kajian menerima pembelajaran dzikir (talqin dzikir) TQN Pontren Suryalaya dari KH. Wahfiudin Sakam melalui video conference. 

Kiai Wahfiudin mengajak semua peserta mengamalkan amaliah dzikir yang telah diijazahkan. “Tujuan kita berdzikir adalah membersihkan diri dan mengharap ridha-Nya,” pungkas wakil talqin yang berdomisili di Jakarta.

Di akhir acara seluruh peserta pengajian menerima santunan speaker HATAM. Rohdian Al-Ahad, trainer HATAM sebelumnya menyampaikan tutorial penggunaan speaker untuk menghafal quran dengan mudah dan fun.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...