Amal Saleh Bukan Sekadar Berbuat Baik

Yang diperintahkan kepada kita itu bukan sekedar berbuat baik, melaksanakan wajib atau sunnah. Tetapi sebenarnya rumusnya itu adalah amal saleh. Demikian papar Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA dalam program Shihab & Shihab bersama Najwa Shihab.

Mba Nana, panggilan akrabnya, sebelumnya menanyakan kepada Abinya, perihal situasi Idul Adha tahun ini yang masih berlangsung di tengah situasi pandemi. Apalagi hari-hari ini situasi darurat, banyak sekali masyarakat yang terdampak, seperti kekurangan pendapatan.

Pendiri Pusat Studi Al Qur’an itu menjelaskan, bahwa kebaikan yang dilakukan itu mesti masuk dalam kategori amal saleh. Baca juga…

“Amal itu adalah kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh daya-daya kita. Daya pikir, daya fisik, daya qalbu, daya hidup. Tetapi menggunakannya secara saleh. Saleh itu artinya memenuhi nilai-nilainya. Nilai-nilai ini ada yang berkaitan dengan subjek pelaku, ada yang berkaitan dengan objek sasaran, ada yang berkaitan dengan waktu, ada yang berkaitan dengan tempat, ada yang berkaitan dengan kadar,” imbuhnya.

Penulis Tafsir Al Misbah ini mengatakan, terkadang ada amalan yang baik dianjurkan, tetapi kalau tidak sesuai dengan salah satu nilai itu maka dia tidak wajar dilakukan.

Misalnya, kita dianjurkan untuk mendengar orang ceramah dan menegur yang ribut. Tapi kalau itu dilakukan pada saat khatib salat Jumat, maka (menegur yang ribut saat khutbah) itu tidak dianjurkan. Karena itu bukan waktunya dan bukan tempatnya.

Nah sekarang kita lihat kurban dan membantu, yang mana yang lebih dibutuhkan untuk masyarakat kita sekarang? Apakah daging kurban atau membantu mereka dengan memberi beras, memberi makanan, obobat-obatan dan sebagainya. Agaknya yang kedua lebih diutamakan. Karena itulah amal saleh.

“Jadi amal saleh itu bukan sekedar melakukan kebaikan. Tapi melakukan kebaikan sesuai dengan kondisi dan sesuai dengan kadar waktu, tempat dan sasaran,” ujar salah satu anggota Majelis Hukama Al Muslimin tersebut.

Karena, kalau kita memberikan sumbangan kepada orang, tapi kita tahu dia tidak akan menggunakan sumbangan itu sebaik mungkin, maka itu bukan amal saleh. Mislanya kita berikan anak 1 juta itu dermawan tapi bukan amal saleh. Karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Demikian juga ketika berkurban, ingin memberikan bantuan kepada fakir miskin dan sebagainya. Maka lihat, apa yang kita akan berikan itu mereka butuhkan atau tidak. Di sinilah kita beramal saleh atau tidak. Baca juga…

“Abi lebih menganjurkan, kalau memang kita harus memilih salah satunya, memberi kebutuhan mereka. Memberi mereka biaya hidup, memberi mereka obat-obatan dan lain lain sebagainya. Daripada daging sekilo, dua atau tiga kilo, saya kira begitu,” pungkasnya.

#amalsaleh #quraishshihab #najwashihab

Rekomendasi
Komentar
Loading...