Amaliah Tolak Bala dalam Tradisi TQN Selain Rebo Wekasan

Pondok Pesantren Suryalaya sudah merilis, bahwa shalat sunat lidaf’il bala’ dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Shafar pada 6 Oktober 2021 atau 29 Shafar 1443 H.

Amaliah ini sebagaimana dilaksanakan oleh Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya Syekh KH. Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad dan Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin.

Untuk tata caranya bisa dilihat melalui link berikut, buka link.

Lembaga Dakwah Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (LDTQN) Pontren Suryalaya juga telah mencantumkan kaifiyat shalat yang dilaksanakan pada pagi hari setelah shalat Isyraq, Isti’adzah dan Istikharah yang bisa dilaksanakan secara sendirian, tetapi dianjurkan secara berjamaah.

Shalat lidaf’il bala’ yang dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Shafar atau biasa disebut Rebo Wekasan ini bukanlah satu satunya amalan daf’il bala’ dalam tradisi TQN Pontren Suryalaya.

Daf’ul bala’ terdiri dari dua kata, daf’u secara bahasa artinya menolak dan menghindar. Sedangkan bala’ artinya ujian atau cobaan. Yang dalam bahasa Indonesia lebih akrab disebut dengan tolak bala.

Namun dalam bahasa Indonesia, bala diartikan lebih sempit karena selalu dikonotasikan hanya dengan hal yang buruk seperti malapetaka, kemalangan, cobaan, kesusahan, kecelakaan, kesengsaraan.

Padahal dalam al Qur’an yang dimaksud bala’ itu kadang bisa berupa kebaikan dan keburukan, bisa berupa nikmat atau derita, bisa berupa kemudahan atau kesulitan, bisa berupa kemenangan atau kekalahan. Baca juga…

وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami. (Al-Anbiya’: 35).

Dengan perkataan lain, ketika disebut amaliah tolak bala’ dalam tradisi TQN Pontren Suryalaya, maka itu sejatinya bukan hanya menolak atau mencegah ujian yang bersifat keburukan saja, tapi juga agar bisa menghadapi ujian kebaikan dengan sukses. Karena seluruh kehidupan manusia adalah ujian, sebagaimana disebutkan dalam surah al Mulk ayat 2.

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

Amaliah tolak bala’ dalam tradisi TQN ini sejatinya ialah memohon perlindungan kepada Allah Swt, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw memohon perlindungan kepada Allah Swt dari kerasnya cobaan, kesengsaraan yang menderitakan, ketetapan (qadha) yang buruk, dan senangnya musuh dengan penderitaan (cacian musuh) (HR. Bukhari). Baca juga…

Berikut ini di antara amaliah tolak bala’ dalam tradisi TQN Pontren Suryalaya:

1. Talqin Dzikir

Dalam kitab Miftahus Shudur, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin
menjelaskan bahwa manfaat talqin itu ialah untuk mencapai kebahagiaan yang suci. Dengan kata lain, untuk menolak penderitaan atau kebahagiaan yang semu.

كان النبي صلى الله عليه وسلم يلقن هذه الكلمة الطيبة للصحابة رضي الله عنهم لتصفية قلوبهم وتزكية نفوسهم وإيصالهم إلى الحضرة الإلهية والسعادة القدسية

Nabi Muhammad Saw mentalqin kalimat thayyibah ini kepada para sahabat untuk membersihkan qalbu mereka, mensucikan jiwa mereka, dan mengantarkan mereka menuju hadirat Allah dan meraih kebahagiaan nan suci.

2. Amaliah Dzikir

Dalam buku Akhlakul Karimah Akhlaqul Mahmudah Berdasarkan Mudawamatu Dzikrillah, Pangersa Abah Anom menerangkan

“Unsur-unsur yang menjadi syarat bagi kemajuan lahir batin dunia dan akhirat hanya bisa didapat di bawah amal laku yang saleh dengan disertai hati yang tenteram, tenang, khusyu’ yang dijiwai oleh iman yang mantap kepada Allah Swt,” tulis beliau.

Untuk memperoleh hal tersebut qalbu perlu diobati. Karena itu beliau menegaskan bahwa, sebab dari segala penyakit qalbu itu adalah ghalfatun ila Allah (lupa dan lalai kepada Allah).

Maka dengan mudawamatu dzikrillah (konsisten berdzikir) bisa menolak aneka kemudharatan dan kesengsaraan yang disebabkan oleh qalbu yang sakit. Dalam satu riwayat disebutkan,

إن لكل شيء صقالة وصقالة القلوب ذكر الله

Sesungguhnya untuk segala hal itu ada alat pencucinya, sedangkan pencuci qalbu itu adalah dzikrullah (ingat qalbu kepada Allah).

3. Amaliah Khataman

Amaliah Khataman yang terdapat dalam Kitab ‘Uquudul Jumaan berisikan perpaduan antara tawasul, shalawat, ayat al Qur’an, istighfar dan doa munajat serta bacaan yang biasa diamalkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya.

Khataman berfungsi ganda bagai pedang bermata dua, penunjang utama untuk mencapai ma’rifat dan juga berfungsi sebagai doa yang manjur yang dipergunakan untuk memohon pada Allah dalam urusan dunia dan akhirat.

Salah satu bacaan dalam wirid khataman yang terkait dengan tolak bala’ ialah munajat kepada Allah.

اللهم يا دافع البليات

Ya Allah yang Maha Menolak segala cobaan.

4. Amaliah Manaqib

Manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jailani yang dilaksanakan minimal sebulan sekali oleh ikhwan TQN Pontren Suryalaya memiliki faidah yang luar biasa, di antaranya menolak bala’.

Rangkaian acara manaqib terdiri dari pembukaan, pembacaan ayat suci al Qur’an, pembacaan Tanbih, pembacaan Tawassul, pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir al Jailani, kemudian khidmah ilmiah (dakwah/tabligh) lalu ditutup dengan pembacaan shalawat Bani Hasyim.

Dalam pembukaan misalnya disebutkan, semoga dimudahkan rezeki yang halal dan senantiasa kita dijauhkan dari malapetaka, marabahaya, dan selalu dilimpahi keselamatan, kesejahteraan dalam keridhaan Allah Yang Maha Esa.

Selain itu dalam do’a manaqib juga bermohon kepada Allah tolak bala’ dalam salah satu baitnya.

اللهم اعصمني من شر الفتن وعافني من جميع المحن وأصلح مني ما ظهر وما بطن

Ya Allah lindungilah aku dari keburukan aneka cobaan, dan peliharalah aku dari segala ujian dan perbaikilah apa yang tampak dan yang tersembunyi dariku.

5. Shalawat Bani Hasyim

Amalan lain untuk tolak bala adalah shalawat Bani Hasyim yang dengan izin Allah memiliki banyak keistimewaan. Oleh karenanya amat dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw.

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ، فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي ؟ فَقَالَ : ” مَا شِئْتَ “. قَالَ : قُلْتُ الرُّبُعَ ؟ قَالَ : ” مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ “. قُلْتُ : النِّصْفَ. قَالَ : ” مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ “. قَالَ : قُلْتُ : فَالثُّلُثَيْنِ ؟ قَالَ : ” مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ “. قُلْتُ : أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا ؟ قَالَ : ” إِذَنْ تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرَ لَكَ ذَنْبُكَ “.

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’b, dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku hendak banyak bershalawat untuk baginda, lalu seberapa banyak aku bershalawat untuk baginda?”. Rasulullah Saw menjawab, “Sekehendakmu.” Aku bertanya: Seperempat? Rasulullah Saw menjawab, “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Setengah? Beliau menjawab: “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Dua pertiga? Beliau berkata: “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku berkata, Aku akan menjadikan seluruh doaku untuk baginda. Beliau bersabda: “kalau begitu akan dicukupi semua keinginanmu dan diampuni dosamu.” (HR. Tirmidzi).

Syekh Muhammad bin Alawi Al Maliki menjelaskan dalam kitab Abwabul Faraj, bahwa jika Allah mencukupi hal yang diinginkan dari urusan dunia tentu mencakup keamanan dari segala yang ditakutkan, memperoleh perlindungan dari segala jenis petaka, penyakit dan wabah serta kemalangan. Baca juga…

6. Sedekah

Amalan lain untuk menolak bala’ ialah dengan bersedekah. Tolak bala’ dengan sedekah itu dalam pengertian memohon perlindungan kepada Allah Swt dengan bertawassul dengan amal salih yang dilakukan. Sebagaimana yang dikabarkan hadis shahih riwayat Imam Bukhari mengenai tiga orang yang terjebak dalam gua yang akhirnya bebas dengan tawassul.

صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ

Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi dari berbagai keburukan dan sedekah sembunyi akan memadamkan amarah Tuhan. (HR. Ath-Thabrani).

وَدَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَة

Dan obatilah orang yang sakit di antara kamu dengan sedekah (HR. Thabrani).

7. Sedekah Hewan (Qurban)

Di antara fenomena tolak bala dalam lingkungan TQN Pontren Suryalaya, ialah sedekah dengan memotong hewan, baik ayam, kambing, sapi atau pun kerbau. Sedekah ini sejatinya untuk lebih mendekatkan diri pada Allah Swt itu sebabnya Abah Anom menyebutnya sebagai qurban.

Tradisi tolak bala di Pesantren Suryalaya telah ada sejak masa Abah Sepuh. Tolak bala’ dengan sedekah ini dalam pelaksanaannya biasa dengan menyerahkan hewan baik ayam, kambing atau sapi ke pondok pesantren. Dengan memohon kepada Allah agar dikabulkan hajatnya, misalnya agar selamat dalam tugas, supaya lulus ujian, agar sehat kembali dsb. Yang selanjutnya hewan tersebut diolah dan dimasak kemudian disuguhkan kembali kepada ikhwan TQN Pontren Suryalaya dan tamu yang berkunjung ke pesantren. Oleh karenanya sedekah hewan untuk tolak bala’ ini lebih banyak ditemukan pada hari Jum’at terutama jelang manaqib di Pontren Suryalaya.

Kendati demikian, sedekah hewan ini tidak ditentukan jenis karena disesuaikan dengan kemampuan. Sedekah ini juga pada dasarnya tidak ditentukan waktu dan tempat pelaksanaannya. Karena bisa jadi ada ikhwan yang ingin bersedekah tolak bala’ di daerahnya masing-masing.

8. Shalat lidaf’il bala’

Seperti namanya, shalat ini merupakan shalat hajat untuk memohon kepada Allah untuk menolak bala’. Karena bala’ atau ujian itu datang setiap hari maka shalat ini dianjurkan untuk dilaksanakan setiap hari.

Dalam Pondok Inabah shalat Lidaf’il bala’ termasuk amalah harian yang dilakukan setiap hari sebelum shalat subuh. Dan berdasarkan ma’lumat Abah Anom No: 01.PPS.III.2003 shalat lidaf’il bala’ dilakukan ba’da shalat Isya.

#tolakbala #lidafilbala #amaliah

Rekomendasi
Komentar
Loading...