Shalat Sunah Laila Al-Qadar (Lailatul Qadar)

Di bulan suci Ramadhan yang penuh barakah dan maghfirah ini, mari kita tingkatkan keimanan kita terhadap Allah SWT, dengan terus melaksanakan segala amal ibadah, baik yang fardhu maupun yang sunah.

Diantara sekian banyak shalat-shalat sunah yang biasa kita laksanakan, ada satu shalat sunah yang biasa dilaksanakan oleh Guru kita Syekh KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra. (Abah Sepuh) dan Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra. (Abah Anom) yaitu Shalat Sunah Laila al Qadar.

Keterangan shalat sunah Laila al Qadar berdasarkan keterangan dari Kitab Nazhah al Majalis, juga amaliyah ini sesuai dengan Maklumat Mursyid TQN Pontren Suryalaya Syekh KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) Nomor: 105.PPS.II.1996 yang ditandatangani pada tanggal 5 Februari 1996 M / 15 Ramadhan 1416 H.

Waktunya:
Mulai dari tanggal 21 Ramadhan sampai akhir Ramadhan dilaksanakan setelah shalat isya atau boleh setelah shalat sunah Tarawih.

Niatnya:
Ushalli sunnatan lailatul qadar rak’ataini (imaaman/ma’muuman) lillaahi ta’aala.

Banyaknya:
4 rakaat (2 kali salam)

Bacaannya:
Setiap rakaat setelah fatihah membaca surat at-Takatsur 1 kali dan surat al-Ikhlas 3 kali. (dalam membaca surat at-Takatsur dan surat al-Ikhlas baik untuk imam maupun makmum dibacanya di-sirri-kan.tidak disuarakan).

Setelah selesai shalat, lalu duduk sambil membaca sebanyak-banyaknya:
Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni yaa kariim.