Anak di Tengah Pandemi, Belailah Kepala Mereka

Dampak Pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Sudah lebih dari 4 bulan mereka harus beradaptasi dengan kondisi kejadian luar biasa.

Anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah, bertemu teman-teman dan guru, belajar dan bermain di luar rumah karena harus tetap menjaga jarak. Kondisi ini rentan, bisa membuat mereka bosan dan tertekan.

Jika tekanan berlangsung lama, tidak diantisipasi, muncul ancaman gangguan jiwa. Anak-anak bisa merasakan depresi.

Lalu, apa yang harus orang tua lakukan?

Studi tentang Dampak Covid-19 dan Pengaruh pada Anak Indonesia yang dilakukan Wahana Visi Indonesia memperlihatkan 3 faktor penyebab gangguan kesehatan jiwa anak. Fasilitas pendukung pembelajaran daring yang minim, ketidakmampuan anak belajar secara mandiri, dan meningkatnya tekanan psikososial dari lingkungan.

Orang tua hadir bukan hanya saat aktivitas religi seperti shalat, baca quran. Orang tua harus hadir mendampingi anak dalam segala kondisi. Hadir bukan berarti harus menemani secara fisik setiap waktu, melainkan bimbingan, arahan dan perhatian.

Pada era keberlimpahan informasi, tidak semua yang kita terima adalah informasi benar. Tidak jarang ternyata informasi bohong. Anak-anak sangat mudah terbawa arus informasi yang mungkin saja salah karena belum bisa membedakannya. Orang tua harus sering-sering mengajak diskusi anak, tentang segala hal.

Momen inilah yang sejatinya membuat mereka nyaman dan tentram karena ada orang tua yang bisa menjadi sahabatnya. Jangan biarkan anak-anak mencari sandaran di media sosial untuk mengungkapkan kesedihan dan perasaan tertekannya.

Tidak mudah, namun perlu dilakukan untuk meraih kepercayaan anak. Orang tua sering-seringlah membelai kepala mereka. Ketika mengajaknya bicara untuk menumpahkan resah dan gelisah. Sekaligus mendoakan dan memotivasi anak untuk selalu kuat menjalani kehidupan.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...