Arifin: Kita Perlu Sempurnakan Basis Data Ikhwan TQN

Kunci kesuksesan perusahaan saat ini adalah kemampuan mengolah data atau Big Data Analysis. Mahadata adalah salah satu teknologi informasi terbaru yang memungkinkan kita untuk mengolah, menyimpan lalu menganalisis data dalam berbagai bentuk atau format. Istimewanya, mahadata mampu menampung dan mengolah data dalam jumlah yang sangat besar.

Menurut Pengurus LDTQN DKI Jakarta Bidang Kemitraan dunia dakwah perlu menyesuaikan diri, mengikuti perkembangan zaman. “Kita perbaiki dan terus lengkapi database stakeholder TQN se-Indonesia sedetil mungkin. Tidak hanya di dalam negeri, juga di luar negeri,” ujar Arifin Ardi dalam diskusi daring “Tarekat dan Ekonomi” Selasa (18/5).

“Saya mengusulkan adanya Pusat Data Ikhwan TQN Suryalaya. Kalau perlu bangun cloud sendiri di TQN Center. Kita punya server untuk menampung data seluruh ikhwan. Kekuatan data harus kita persiapkan,” sambung pendiri Fortuna Argatech.

Arifin menambahkan gerakan dakwah tarekat yang unik perlu dikembangkan lebih nge-POP, menyasar anak-anak muda, bukan hanya milennial namun juga centennial. ” Generasi TikTok, Youtube tanpa kehilangan jatidiri ke-Ihsanan.”

TQN Center Jakarta sudah memulai mengembangkan aspek ekonomi di kalangan ikhwan TQN dengan mendirikan BMT Nasuha (Wahana Sufi Pengusaha). Ketua BMT Nasuha Suci Riadi Prihantanto mengatakan hadirnya BMT Nasuha untuk menciptakan ekosistem wirausaha di kalangan ikhwan.

Menurutnya, banyak ikhwan yang memiliki usaha namun belum bersatu dalam gerak dakwah tarekat. “Insya Allah dengan berhimpun di BMT Nasuha selain aspek finansial dan jaringan, juga ada pelatihan berkala untuk meningkatkan bisnis kita,” kata Ketua Bidang Kemitraan LDTQN.

Rekomendasi
Komentar
Loading...