Babat Alas Putaran Tasbih di Eropa (3)

Lisbon – Dakwah tidak lepas dari aktifitas niaga. Kisah masuknya Islam di berbagai wilayah banyak dilakukan oleh para pedagang. Dimana ada masjid, biasanya tidak jauh darinya ada pasar. Ini menandakan umat Islam mampu menyeimbangkan dunia dan akhirat. Karena pada hakikatnya aktifitas dunia adalah investasi akhirat.

Safari dakwah Kyai Wahfiudin juga tidak luput dari aktifitas niaga. Ia berkunjung ke Eropa selain bersama istri juga dengan tim Startup business-nya, PT Durio Indigo (DI). DI yang didirikan tahun 2010 pada awalnya memberikan layanan kebutuhan aplikasi untuk industri perkebunan, khususnya di wilayah Sumatera.

DI didirikan sebagai penopang kegiatan dakwah karena sebagian besar saham diwakafkan untuk aktifitas sebuah lembaga nirlaba yang fokus dalam pemanfaatan teknologi infokom untuk pembelajaran, Djalaluddin Pane Foundation (DPF). DPF banyak berkiprah di sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah terpencil, khususnya di Sumatera Utara.

Seiring waktu berjalan DI semakin berkembang dengan menciptakan aplikasi program untuk kebutuhan industri, korporat, pendidikan dan retail. Varian klien yang beragam menuntut DI meningkatkan layanan di berbagai daerah di Indonesia; Jakarta, Bandung, Medan, Kalimantan dan Yogyakarta.

Mario Manese, CEO PT. Durio Indigo, mengutarakan jika DI hadir di Web Summit untuk memperkenalkan aplikasi DOKTERKU. Menurutnya aplikasi ini memudahkan kita terhubung dengan dokter untuk membuat janji, mencari lokasi praktek dokter di map, mengecek waktu praktek pengobatan dan konsultasi ke dokter. Aplikasi ini telah tersedia di Android maupun IOS.

Selepas memberikan kajian di Breda, Kyai yang akrab dengan multimedia ini melanjutkan perjalanan ke Lisbon, Portugal untuk menghadiri Web Summit. Kali ini Ia bertugas untuk memperkenalkan salah satu produk DI, “DOKTERKU” selama 3 hari.

Anda sudah download aplikasinya? (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...