Babat Alas Putaran Tasbih di Eropa (5)

Berlin – Setelah Belanda destinasi selanjutnya adalah Jerman. Ada dua tempat yang dikunjungi, Berlin dan Bremen. Di Berlin, selain berjumpa sahabat lamanya yang menjadi juga Dubes di sana, Dr.-Ing. Fauzi Bowo, Kyai Wahfiudin juga menyampaikan kajian tasawuf.

Selama kunjungan ke KBRI di Lehrter Str. 16-17, 10557 Berlin, Dubes RI untuk Republik Federasi Jerman sangat mendukung program safari dakwah dari Indonesia. Wajah Islam yang ramah, damai dan penuh cinta sangat diperlukan di Eropa, dan itu ada di Indonesia. Pemeluk agama Islam terus bertambah dan di saat yang bersamaan diperlukan muballigh-muballigh yang mampu membimbing mereka.

Pengajian tasawuf di KBRI Berlin dimulai pukul 18:30, dihadiri oleh mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil program S1 hingga S3 serta beberapa staf kedutaan. Kajian menjadi terasa menarik karena diselingi dengan diskusi dan tanya jawab. Acara ditutup pukul 22:15 waktu setempat dengan ramah tamah dan makan malam.

Di Bremen, kajian yang dihelat di kediaman Bapak Gery, dihadiri sekitar 40 WNI yang sedang dan sudah tinggal di sana. Walaupun cuaca dingin tidak menyurutkan langkah jamaah untuk hadir di majelis dzikir. Tahun lalu Kyai Wahfiudin juga mengunjungi Bremen untuk memberikan kajian.

Materi sejarah Islam membuka pertemuan. Dalam paparannya, Wakil Ketua Komisi Pendidikan & Kaderisasi MUI Pusat ini menyodorkan data-data demografi dan geografi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Sebagai negara yang mempunyai luas wilayah, sumber daya alam dan jumlah penduduk yang besar bisa menjadi keunggulan atau bahkan ancaman.

Daya tarik Indonesia menjadi mengundang bangsa-bangsa lain untuk menguasai dan memanfaatkan segala potensi yang ada. Peningkatan kualitas pendidikan, jumlah pengusaha serta akses finansial dan percepatan infrastruktur diharapkan dapat menopang keunggulan bangsa Indonesia. Dan itu semua harus dibalut dengan kualitas qalbu yang terhubung dengan Allah SWT agar kemajuan bangsa tidak hanya fisik material namun juga spiritual. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...