Banyak Jalan Berbisnis Digital

Action, action, action. Lakukan, lakukan, dan lakukan,” kata ini menjadi semacam mantra yang harus menancap betul dalam pikiran setiap entrepreneur pemula. Termasuk jika mau memulai bisnis digital.

“Dalam memulai bisnis, lakukan yang simpel-simpel saja dulu, jangan terlalu direpotkan oleh kemampuan-kemampuan yang belum dikuasai,” kata Arnold Adam, seorang praktisi bisnis digital, ketika memberikan Coaching Clinic tentang aplikasi, khususnya Android, kepada peserta TQN Preneur, Jumat, 19/6/2020.

Menurut Arnold, pengembangan sistem dan tools bisnis digital itu bisa dilakukan kemudian, setahap demi setahap. Yang terpenting, garap pasarnya dulu.

“Jangan juga terlalu muluk. Kita bisa memulai dari target pasar yang paling dekat di sekitar kita,” kata dia.

Ia mencontohkan, ketika dirinya memulai bisnis pemesanan sayuran secara online atau digital, ia memulai dari komplek perumahan yang ditinggalinya. Dari mulai selevel RT, kemudian naik ke lingkup RW, hingga ekspansi ke perumahan lain.

Kalau bicara tools digital, menurut Arnold banyak sekali ragamnya, dan untuk memulai sebuah bisnis digital tidak harus selalu disibukkan dengan ragam tools itu.

“Kalau kita baru bisa membuat katalog produk dalam bentuk PDF sekalipun, bisnis digital sudah bisa kita jalankan. Segera lempar ke pasar yang kita tuju,” tegasnya.

Bisnis digital tentu akan menjadi jauh lebih efektif, serta bisa meningkatkan omset penjualan signifikan ketika menggunakan tools lazim digunakan dalam bisnis digital seperti website, aplikasi, dan lain-lain.

“Ketika kita membuat aplikasi misalnya, kita bisa membuat notifikasi bagi para konsumen atau pelanggan kita,” kata pria yang sudah lama menggeluti digitalpreneur ini, dari mulai bermain saham, forex, website, aplikasi Android, dan lain sebagainya, sampai orang mengatakan profesinya sebagai “tuyul” online alias cari uang lewat internet.

Langkah Praktis

Mengingat begitu luasnya dunia digital, jalan untuk berbisnis dengan cara digital pun akhirnya sangat banyak.

Namun begitu, sebagai praktisi bisnis, Arnold tidak mau terjebak pada kerumitan, ia pun menyarankan langkah-langkah yang simpel dalam memulai bisnis ini, atau dalam istilah dia, “Kere Hore” alias modal sedikit bisnis bisa jalan.

Berikut langkah-langkah praktisnya:

Pertama, niat harus bulat. Bismillah, pede saja dengan bisnis yang dilakukan. Mulai dengan cara sesimpel mungkin.

Kedua, buat katalog produk walaupun hanya dengan pdf, lalu segera lempar ke pasar. Jadi, penting dicatat, jangan hanya action-action saja, tapi memulai bisnis harus sudah menentukan pasar.

Ketiga, sesuaikan harga produk dengan target pasar yang akan dibidik. Kalau targetnya menengah atas atau orang-orang kaya bisa mengambil margin lebih. Begitu sebaliknya.

Keempat, kembangkan terus platform digital yang digunakan, misalnya dengan membuat aplikasi di Android yang sekarang sudah sangat mudah dilakukan dengan Webview atau Androjeks. Memiliki aplikasi di android saat ini sangat diperlukan, apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, dimana orang membeli keperluan apapun lewat handphone.

Kelima, hindari modal besar apalagi dengan cara berhutang. Dalam bisnis digital, modal sedikit sesungguhnya sudah bisa jalan. Soal pengembangan, bertahap saja.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...