Bedah Kitab Miftahus Shudur, TQN Center Disesaki Jamaah

Jakarta – Sebagai pusat kegiatan dakwah tarekat di Jakarta, khususnya Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pontren Suryalaya, TQN Center selalu berupaya menghadirkan kajian-kajian ketasawufan yang bersumber dari ulama sufi berpengaruh di nusantara dan dunia.

Hari ini, Sabtu (19/5) aula TQN Center Masjid al-Mubarak Rawamangun disesaki sekitar 100 jamaah yang datang dari berbagai wilayah di jabodetabek. Mereka hadir menjelang shalat zhuhur untuk mengikuti bedah kitab Miftahus Shudur karya Mursyid TQN Pontren Suryalaya Syaikh Ahmad Shahibul Wafa Tajul Arifin, dikenal juga dengan Abah Anom.

Menurut moderator acara Ustadz Abdul Latif, banyaknya ikhwan Suryalaya yang ingin mendalami Kitab Miftahus Shudur mendorong TQN Center mengadakan acara ini. “Dari ribuan kitab tasawuf, Miftahus Hudur adalah kitab yang paling penting untuk didalami. Salah satu ulama yang cukup mendalami kitab tersebut adalah KH. Abu Arif, Lc, M.A., “katanya.

Pengembang cara menghafal quran dengan metode HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan) ini menambahkan jika Kitab Miftahus Shudur adalah tesis Kyai Abu Arif.  “Insya Allah beliau sangat mendalami dan mampu menjelaskannya,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Korwil DKI Jakarta H. Usman Ibrahim mengajak setiap ikhwan harus sering mengikuti kajian bedah kitab Miftahus Shudur. “Tidak cukup hanya mengikuti sekali. Dan jika disertai dengan rabithah, maka kajian Miftahus Shudur bagaikan memperoleh penjelasan langsung dari Pangersa Abah,” pungkasnya.

“Miftahus Shudur merupakan pedoman amaliah dari penyusunnya langsung,” lanjut ia menambahkan.

Kyai Abu Arif dalam paparannya menjelaskan Miftahus Shudur terdiri dari 2 kata, Miftah dan Shudur. “Miftah artinya kunci dan Shudur artinya dada.”

Pengasuh Pontren Fajar Dunia di Cileungsi ini menjabarkan penggunaan bentuk jamak dari kata Shudur. “Maksudnya kitab Miftahus Shudur adalah kunci untuk seluruh lapisan dada sampai bagian spiritual yang terdalam. Kunci untuk membuka beberapa lapisan ruh, mulai dari Ruh Jismani, Ruh Ruhani, Ruh Sulthani dan Ruh Qudsi.”

“Maka Miftahus Shudur juga merupakan kunci 4 lapis alam, Mulki, Malakut, Jabarut dan Lahut,” sambungnya.

Salah satu peserta Ajituripnu sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara bedah kitab yang diadakan TQN Center. “Alhamdulillah saya jadi lebih mudah memahami Miftahus Shudur. Disampaikan dengan jelas dan menarik,” ungkapnya. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...