Belajar dari Keteladanan Kaum Anshor 1440 Tahun Lalu

Belajar dari Keteladanan Kaum Anshor 1440 Tahun Lalu

Ditulis oleh Drs. Asep Haerul Gani, ikhwan TQN Pontren Suryalaya yang menekuni dunia psikologi.


Psychological First Aid itu bernama Silaturahim.

Para Da’i yang tinggal di daerah yang terkena gempa di Lombok hadir bersama masyarakat. Mereka adalah agen P3K Psikologis (Psychological First Aid) yang berada di komunitas penyintas. P3K Psikologis hakikatnya adalah Silaturahim.

Dalam sejarah Islam, kaum Anshor di Yatsrib (kelak bernama Madinah) telah menunjukkan P3K Psikologis dengan memberikan bantuan kepada kaum Muhajirin yang memutuskan keluar dari Makkah. Bantuan kaum Anshor ini terjadi karena ada kepedulian, kasih sayang, perasaan ‘satu tubuh’ sehingga mereka memiliki empati kepada kaum muhajirin yang terusir dari tanah kelahirannya, terpisah dari keluarganya, kehilangan pekerjaannya bahkan menjadi si papa yang kehilangan harta benda.

Berbekal empati itulah, kaum Anshor mendekati kaum muhajirin, menyapa mereka, menjalin persaudaraan, menawarkan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar (hunian, makanan, pakaian), menyiapkan pekerjaan bahkan membangun ikatan kekeluargaan dalam pernikahan. Berkat empati kaum Anshor, kaum Muhajirin mampu bangkit dan menata kembali kehidupannya, lalu bersama kaum Anshor membangun Yatsrib menjadi Madinah al Munawwaroh.

Kaum Anshor jelas telah melakukan 3L dalam P3K Psikologis, yaitu:

1. Look, melihat, mengamati apa yang terjadi dan dialami oleh kaum muhajirin, kemudian melakukan pendekatan;

2. Listen, menyimak apa yang menjadi bahan pikiran dan perasaan kaum muhajirin; dan

3. Link, menyambungkan kaum muhajirin dengan pihak atau para pihak yang dapat memenuhi kebutuhannya.

Para Da’i di lokasi penyintas gempa di Lombok dapat menggerakkan dan meningkatkan silaturahim antara warga. Silaturahim dengan sengaja dapat dilakukan para da’i tidak hanya di mushola atau masjid darurat, terlebih adalah dengan bersilaturahim ke warga penyintas yang enggan keluar dari hunian darurat.

Sapaan, sentuhan, pijatan dan kesiapan membawa hal yang dibutuhkan penyintas nyata memberikan efek healing. Ketakutan menjadi luruh, harapan dan keyakinan semakin tumbuh.

Tema P3K Psikologis ini adalab salah satu tema yang saya bahas pada Pelatihan Dai Tanggap Bencana yang diselenggarakan Tata Motor, Dakta FM, Laznas Dewan Dakwah, dan Dewan Dakwah Islamiyah NTB di Masjid Marwa Al Gazay, Selasa 1 Muharram 1440 H/11 September 2018 di Mataram.

Pada kegiatan ini hadir 60 da’i dan 5 da’iyah dari seluruh wilayah NTB. Acara ini dibuka dan ditutup oleh Ustadz Bintoro yang merupakan Ketua Dewan Syuro Dewan Dakwah Islamiyah NTB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.