Berburu Pakaian Musim Dingin “second” di Choenan Korea Selatan

Korea – Jalan-jalan sambil melihat-lihat pemandangan sekitar dan keramaian pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari merupakan hiburan bagi setiap orang. Siang ini 30/10 saya ditemani oleh kang Heri – Pekerja Indonesia asal Indramayu, yang juga menjadi salah satu pengurus masjid at-Takwa di Choenan dan mas Kusno serta mas Agus jalan-jalan menyusuri keadaan pasar tradisional Choenan di Korea Selatan. Ternyata keadaan pasar di Korea tidak jauh berbeda juga dengan pasar-pasar di Indonesia. Jualan di emperan, bau amis ikan dan banyak ditawarkan aneka sayuran serta kebutuhan pokok di jual di sini.

Uniknya pasar di Choenan ini, disepanjang jalannya berjejer kios-kios penjual pakaian musim dingin. Jaket tebal, jaket berbulu dan jaket berbagai bentuk dan model. Mulai dari kisaran harga 3000 won sampai 7000 won. Jika dirupiahkan dengan kurs yang sekarang 1 won sama dengan 13,36 rupiah maka baju second tersebut berkisar antara Rp. 40.000 sampai Rp. 90.000. Tergolong murah karena pakaian ini adalah pakaian cakar atau second. Tetapi meskipun second masih ada label barcode-nya. Bukan second bekas pakai, tetapi second karena sudah di out of date dan sudah ganti model.

Selain itu banyak dijajakan beraneka ragam makanan termasuk obat-obatan tradisional Korea yang fenomenal, yaitu gingseng. Selain gingseng, ternyata ada juga makanan khas Korea yang tidak kalah fenomenal yaitu Kimchi. Kimchi adalah sayur sawi putih yang sudah dipermentasi dengan bumbu yang terdiri dari udang, cabai, bawang dan rempah lain-lain yang diinapkan sampai berhari-hari, semakin lama semakin bagus. Menurut informasi dari kang Heri yang pernah diajarkan cara membuat Kimchi, manfaatnya adalah membuat tubuh semakin sehat dan menghilangkan radikal bebas dan bikin awet muda.

Selama kurang lebih 2 jam kami menyusuri pasar tradisional ini, saatnya balik ke masjid at-Taqwa untuk melakukan shalat ashar. Kang Heri dan mas Kusno membeli jaket tebal dengan harga 5000 won atau seharga 70.000 rupiah. Barangnya cukup bagus, merk ternama dan harga yang di bawah rata-rata pasaran. Terjangkau oleh kantong pekerja Indonesia di Korea.

Mau kunjungan wisata ke Korea? Tidak perlu khawatir. Jika uang living cost pas-pasan. Untuk tempat tinggal, bisa ikut menginap sementara di masjid-masjid Indonesia yang sudah lengkap dengan koperasinya. Di Choenan ada masjid at-Taqwa, di Meugeuk Emseong ada masjid ar-Royyan, di Inchoen ada masjid al-Mujahidin, di Anseong ada masjid Nurul Hidayah dan di Ujongbu ada masjid al-Ikhlas. Soal makanan di Korea, tidak perlu bingung, masjid dan komunitas Indonesia sudah menyediakan kebutuhan makanan ala Indonesia. Mau bikin cilok, di sini juga ada yang jago bikin cilok, namanya Markum – pekerja asal Cirebon yang masih menunggu panggilan interview dari pabrik – yang bisa membuat cilok cukup enak.

Liburan bisa, ibadah juga tidak ketinggalan. Maka inilah solusi yang shalih, berlibur dan tetap beribadah. Jadi jika berkunjung ke Korea, jangan gengsi, jangan malu memburu jaket second untuk menghadapi musim dingin dengan harga yang terjangkau dan pastinya bermerk, karena di awal November suhu akan mencapai minus derajat dan puncaknya di bulan Desember suhu bisa mencapai minus 23 derajat.

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...