Berikut 4 Larangan Dalam Mengatur Keuangan Saat Berbisnis

Satu hal yang tidak bisa dielakkan saat berbisnis adalah mengelola keuangan. Saat gagal dalam pengelolaan uang, bisnis juga bisa gagal. Sehingga keahlian untuk mengelola keuangan sangat penting dan tak bisa dikesampingkan.

Berikut empat larangan agar tidak keliru dalam mengatur keuangan yang bisa menyebabkan kerugian:

Jangan campurkan keuangan rumah tangga dengan bisnis

Keuangan rumah tangga dan bisnis harus dipisahkan. Jika digabungkan keduanya akan tumpang tindih. Sehingga akan sulit untuk membedakan keuangan rumah tangga dan perkembangan bisnis yang tengah dijalani. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan rekening yang berbeda antara urusan bisnis dan anggaran untuk operasional rumah tangga.

Jangan lupa miliki dana cadangan operasional bisnis

Dalam bisnis ada saja kebutuhan yang sifatnya mendadak di lura rencana. Oleh karenanya Anda perlu menyisihkan dana cadangan operasional bisnis untuk menghadapi kejadian di luar kebiasaan. Untuk jumlahnya minimal biaya operasional selama 6 bulan atau seperlima dari modal bisnis. Dengan begitu bisnis Anda bisa tetap survive di saat ada gangguan atau kebutuhan yang mendesak.

Jangan kejar pertumbuhan revenue tanpa mempertimbangkan cash flow
Mengejar pendapatan usaha atau revenue itu baik. Tapi akan jadi tidak baik jika abai terhadap cash flow atau laporan arus kas masuk dan keluar uang. Sebab bisnis akan tetap jalan ketika cash flow nya sehat. Semakin besar cash flow maka sebenarnya penjualan pun biasanya ikut meningkat. Sehingga cash flow ini amat penting untuk diperhatikan.

Jangan lupa rencanakan mitigasi risiko bisnis

Mitigasi risiko bisnis adalah upaya untuk mengurangi dampak atau risiko bisnis di kemudian hari. Mitigasi perlu dipersiapkan agar tidak terjadi kerugian yang besar suatu saat nanti. Sehingga segala sesuatunya sudah mulai diukur dan diperhatikan sejak dini. Hal-hal apa saja yang berpotensi bisa menyebabkan kerugian. Manajemen risiko ini bisa diatur dalam SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah disepakati bersama.

Keahlian mengatur keuangan sangat dianjurkan dalam Islam. Hal itu bisa diperoleh misalnya dalam zakat. Tentu kita harus memastikan berapa harta yang wajib dizakati dan berapa yang harus dibayarkan.

Jika baik dalam mengatur keuangan sehingga bisnis berjalan lancar tentu harta juga kian berkembang. Dan selanjutnya bisa dialokasikan melalui instrumen ekonomi sosial dalam Islam seperti sedekah dan wakaf.

Semakin baik cash flow, semakin banyak keuntungan maka semakin banyak harta yang dikeluarkan zakatnya. Dan itu semua berawal dari pengelolaan keuangan yang baik.

Rekomendasi
Komentar
Loading...