Berita Duka: Ustadz Sachori, Perintis TQN di Jakarta Timur Wafat

Jakarta – Kabar duka datang dari Jakarta, salah seorang perintis TQN Pontren Suryalaya di Jakarta Timur Ust. H. Achmad Sachori bin Sukrad Jumat malam (1/2) wafat.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ayahanda tercinta H. Achmad Sachori pada pukul 23:45 di RS. Pelni. Mohon keikhlasan doa dan kelapangan maafnya untuk ayahanda. Semoga dibukakan pintu rahmat dan dimaafkan segala kesalahannya,” demikian disampaikan putra almarhum Fardan melalui pesan singkat.

Ustadz kelahiran Bumijawa, Tegal ini mulai mendakwahkan tarekat sejak tahun 1996. “Beliau juga guru tetap dalam Majelis Shubuh keliling, Majelis Mudzakarah Ulama Umara (MAJMU ULUM) Kecamatan Matraman,” ujar salah seorang muballgih TQN di Jakarta, Ustadz Abdul Latif.

Kepulangan Ustadz Sachori meninggalkan senyuman indah. (Foto: Abdul Latif)

Alumni Pesantren Buntet yang tinggal di Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur ini semasa hidupnya selalu mendakwahkan TQN Pontren Suryalaya.

“Walau sudah empat tahun menjalani cuci darah seminggu dua kali, tidak menyurutkan beliau untuk tetap mengajar. Hingga tanggal tiga puluh satu Januari kemarin beliau masih mengajar,” sambung Ustadz Latif.

Sementara itu Kiai Wahfiudin mengatakan, bagi seorang dai kematian adalah pintu gerbang yang indah yang akan mempertemukannya dengan para kekasih, terutama Allah dan Rasulullah.

Wakil Talqin Pangersa Abah Anom ini juga menyampaikan Ustadz Sachori termasuk muballigh yang awal-awal mendakwahkan TQN Pontren Suryalaya di Jakarta Timur.

“Banyak jasanya, meletakkan pondasi dakwah TQN di Jakarta. Selamat jalan ustadzku… Abah Anom menunggumu di barzakh.” tutup Kiai Wahfiudin mendoakan. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...