Betulkah Indonesia dijajah Selama 350 tahun?

Ditulis oleh KH. Wahfiudin Sakam (Mudir JATMAN DKI Jakarta).

—Bagian Pertama—

Terhitung sejak kapan? Kalau Negara Indonesia baru merdeka tahun 1945, bila dikurangi dengan 350 tahun, berarti mulai terjajah sejak tahun 1595, artinya sejak akhir abad ke-16. Tetapi, apakah pada masa itu memang sudah ada Indonesia? Bahkan, apakah pada masa sudah dikenal istilah Indonesia?

Tahun 1850, di Singapura, terbit majalah ilmiah tahunan yang bernama Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA). Saat itulah, untuk pertama kalinya diperkenalkan istilah INDONESIA oleh seorang ahli dari Eropa.

George Samuel Windsor Earl (ahli etnologi bangsa Skotlandia, Inggris) menulis dalam JIAEA volume IV, halaman 66-74: “Sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain”. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia.

James Richardson Logan dalam JIAEA yang sama, halaman 252-347, menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago (“Etnologi dari Kepulauan Hindia”). “…istilah Indian Archipelago (“Kepulauan Hindia”) terlalu panjang dan membingungkan”. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuat oleh Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Tahun 1884, Adolf Bastian (guru besar etnologi di Universitas Berlin) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (“Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu”). Buku inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian.

Tahun 1913, Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) menjadi pribumi yang pertama menggunakan istilah “Indonesia” saat ia mendirikan biro pers dengan nama Indonesische Persbureau.

Tahun 1925 mulai dikenal istilah Perhimpoenan Indonesia, nama baru bagi organisasi yang sebelumnya hanya sebuah klub mahasiswa di Belanda bernama Indische Vereeniging (Indies’ Association) yang dibentuk tahun 1908, lalu berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging (Indonesian Association) pada tahun 1922.

Tahun 1928, tanggal 28 Oktober, dalam Sumpah Pemuda, baru dicanangkan “Bangsa Indonesia yang memiliki Tanah Air Indonesia dan Bahasa Indonesia”, meskipun lebih tepatnya Bahasa Melayu.

Tahun 1945, tanggal 29 Mei, Dr KRT Radjiman Wedyodiningrat, saat memimpin sidang BPUPKI, bertanya: “Indonesia merdeka yang akan kita dirikan nanti, dasarnya apa?”.

Jadi, Indonesia, sebagai sebuah istilah, apalagi sebagai nama bagi sebuah bangsa dan negara, memang masih sangat muda.

Lalu, yang terjajah selama 350 tahun itu apa, atau siapa? Dan betulkah penjajahan itu memang berlangsung selama 350 tahun? Atas dasar apa dikatakan demikian? (Bersambung)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...