Cahaya di Langit Tiongkok (Bag.1)

Ditulis oleh: KH. Ali M. Abdillah (Idarah Aliyah JATMAN, Dosen Pasca UNUSIA) saat memenuhi undangan mengunjungi pusat pengembangan tarekat di Kunming, Tiongkok selama 8 hari (11/11 – 19/11).

Alhamdulillah di musim semi ini saya berkesempatan mengunjungi Yunnan, Tiongkok. Di Kunming (ibukota Yunnan), ada pusat pengembangan Thariqah Naqsabandiyah dibawah bimbingan Syaikh Muhammad Habib al-Alim. Kunjungan ini adalah upaya membangun kerjasama lintas tarekat untuk peradaban dunia yang damai dan harmoni.

Syaikh Muhammad Habib al-Alim, Mursyid Tarekat Naqsabandiyah di Kunming China termasuk keturunan Rasulullah SAW yg ke-49. Kakeknya Syaikh Umar Syamsudin adalah orang yang pertama kali menyebarkan Islam di Tiongkok pada abad ke-13. Sedangkan Laksamana Chengho termasuk keturunan keenam dari Syaikh Umar Syamsudin.

Tradisi Islamnya persis dengan NU, yaitu Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Hal ini bisa dilihat antara lain dari kegiatan tahlilan di makam para wali, tahlilan kematian 3, 7 dan 40 hari, tabarukan, penyelenggaraan maulid nabi.

Pengetahuannya sangat luas. Dalam keseharian banyak mengajarkan ilmu hakikat yang bersumber dari kitab induk karya Syaikh Muhyidin Ibn Arabi seperti al-Futuhat al-Makiyyah, Fushus al-Hikam dan lainnya. Disamping itu Ia juga mengajarkan tafsir Ruh al-Bayan yang ditulis oleh mualifnya setelah berjumpa dengan Rasulullah SAW dan Syaikh Muhyidin Ibn Arabi, lalu diperintah untuk menulisnya.

Kitab Ihya Ulumuddin tidak ketinggalah Ia ajarkan kepada jamaah Tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di Tiongkok. Alhamdulillah saat silaturrahim, mendapat hadiah tafsir Ruh al-Bayan 10 jilid untuk dikaji di Indonesia. (Ali)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...