Cahaya di Langit Tiongkok (Bag.3)

Cahaya di Langit Tiongkok (Bag.3)

Ditulis oleh: KH. Ali M. Abdillah (Idarah Aliyah JATMAN, Dosen Pasca UNUSIA) saat memenuhi undangan mengunjungi pusat pengembangan tarekat di Kunming, Tiongkok selama 8 hari (11/11 – 19/11).

Ziarah Makam Haji Mahathir Bapaknya Chengho

Perjalanan dari Kunming menuju tempat kelahiran Chengho membutuhkan waktu sekitar 2 jam melalui jalan tol. Pemerintah komunis sangat menghormati jasa Laksamana Chengho sehingga tempat kelahirannya dibuat prasasti Taman Chengho seluas 10 hektar.

Di tempat inilah Chengho dianggap sebagai pahlawan karena berhasil dalam memimpin ekspedisi mengelilingi dunia selama 7 kali bersama sekitar 60 ribu pasukan. Dalam peta perjalanan, Chengho bersama pasukannya melalui perairan Jawa dan Sumatera. Bahkan pernah mampir di wilayah Surabaya dan Cirebon.

Di taman ada sebuah rumah kuno yang ditempati keluarga Chengho. Di sana ada museum yang menyimpan barang-barang artefak milik Chengho seperti topi, baju, miniatur kapal yang digunakan mengeliling dunia, rempah-rempah, juga kitab suci al-Qur’an.

Di lokasi ini juga terdapat makam bapaknya Chengho, Haji Mahathir. Deretan prasasti yang ditulis lintas generasi oleh para penguasa , memuji kepahlawanan Laksamana Chengho yang terkenal adil, bijaksana serta mengayomi semua suku dan agama.

Tidak jauh dari taman Chengho terdapat Masjid Chengho. Namun Chengho tidak dimakamkan disini melainkan di tempat lain. Menurut Kyai Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU yang beberapa bulan lalu pernah ziarah di makam Chengho menjelaskan bahwa Chengho termasuk Waliyullah. (Ali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *