Cerita Mbah Sadem Ikut Ziarah Wali Songo

Cerita Mbah Sadem Ikut Ziarah Wali Songo

Jakarta – Ziarah Sufi Wali Songo yang diadakan oleh komunitas Menembus Langit Suryalaya (MLS) bekerja sama dengan TQN Center Jakarta meninggalkan banyak kisah dan kerinduan yang mendalam bagi para peserta. Rombongan sebanyak 3 bus sepakat program ini harus menjadi program tahunan.

Panitia bagian kepesertaan, Wardi Abdullah menyampaikan jumlah peserta yang ikut program ziarah sebanyak 165 orang berasal dari berbagai daerah. “Bukan hanya dari Jakarta dan Jawa saja, juga ada yang dari Kotamobagu, Kendari dan Palembang,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ntong ini.

Program Ziarah Wali Songo yang dibimbing Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya, KH. Wahfiudin Sakam ini telah berlangsung minggu yang lalu, (14/11) hingga (19/11).

Dari sekian banyak peserta yang ikut ada seorang Ibu berusia 77 tahun, namanya Mbah Sadem. Di usianya yang sudah lanjut ia selalu bersemangat mengikuti rangkaian acara, dengan bahagia tanpa rasa lelah. “Si Mbah lahir tahun Empat Satu (red.1941) di Purbalingga,” ujar Sodali putranya yang mendampingi.

“Mbah Sadem dan Pak Sodali ada di bus tiga. Selama perjalanan alhamdulillah tidak ada keluhan, yang ada malah senang,” ujar Wardi. Jadwal perjalanan yang cukup ketat dan panjang, terutama di tiga hari pertama tuntas diikut Mbah Sadem.

Menurut Sodali ibunya sangat bersemangat ketika diajak untuk ikut ziyarah wali songo. “Awalnya kakak dan adik saya ragu jika ibu bisa dan kuat untuk ziarah wali songo karena usia yang sudah sepuh dan perlu fisik yang kuat. Terlebih lagi ibu saya termasuk jarang berpergian,” ujar putra kedua Mbah Sadem.

Setelah diberikan motivasi oleh putranya, Mbah Sadem malah bersemangat ikut. “Saya sampaikan bahwa ziarah adalah bentuk ibadah untuk meningkatkan keimanan. Apalagi yang kita kunjungi adalah para waliyullah yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam,” lanjut Sodali. “Alhamdulillah panitia juga mengijinkan,” sambungnya.

“Ada hal yang mengagumkan dari Mbah Sadem. Selama perjalanan tidak ada mengeluh. Seluruh makam termasuk Sunan Giri yg memiliki banyak anak tangga, kurang lebih 230 berhasil ia tuntaskan. Luarbiasa beliau naik tanpa dipegangi, saya dan putranya hanya menjaga dari sisinya,” ungkap Idhan salah satu peserta.

Sepulang dari ziarah Mbah Sadem sangat senang dan bersyukur bisa mengunjungi makam para wali. Ia berharap memperoleh keberkahan dunia dan akhirat dari perjalanan ziarah selama 6 hari. “Mbah seneng bisa ikut ziyarah, ini pertama kali bagi mbah. Terima kasih.” kata Si Mbah dengan 4 anak ini. (Idn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.