Cinta Nabi Adalah Ruh Agama

Kata cinta banyak disebutkan dalam syariat Islam yang mulia. Syekh Yusri Jabr Al Hasani menyebutkan bahwa Allah Swt menjadikan cinta sebagai hubungan seorang hamba dengan-Nya. Dia juga menjadikan cinta sebagai hubungan manusia dengan nabinya. Beliau juga menjadikan cinta sebagai hubungan saudara sesama muslim.

Cinta kepada Nabi Muhammad Saw merupakan ruh agama. Tanpa cinta kepada nabi maka agama bagaikan mayit tanpa ruh. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

أَحِبُّوا اللَّهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ مِنْ نِعَمِهِ، وَأَحِبُّونِي بِحُبِّ اللَّهِ، وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي بِحُبِّي

“Cintailah Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang menemuimu, cintailah aku karena Allah cinta kepadaku, dan cintailah ahli baitku sebab cintaku kepada mereka (HR. Tirmidzi).

Ketika hendak bertawassul dengan amalan yang paling disukai, maka bertawassulah dengan cinta pada nabi. Sebab cinta pada nabi tidak bisa dirusak oleh setan. Berbeda dengan amalan fisik masih bisa dirusak oleh setan dengan menyelipkan di dalamnya riya’, ujub, hanya mengandalkan amal dan tipuan lainnya. Baca juga…

Cinta pada nabi termasuk amalan qalbu yang sangat besar manfaatnya, berbeda dengan mengandalkan amalan fisik tanpa ada cinta di dalamnya, justru bisa merugikan.

Karena itu kita senantiasa memohon kepada Allah agar menjadikan qalbu penuh cinta pada-Nya dan cinta pada nabi-Nya. Dan termasuk doanya nabi ialah

أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Aku memohon pada-Mu cinta-Mau, dan cinta orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang mendekatkan pada cinta kepada-Mu. (HR. Tirmidzi).

Cinta pada nabi tidak sama dengan mengikutinya, karena kadang ada yang mengikuti orang yang tidak dicintai sebab takut padanya, atau malu jika dirinya yang asli terungkap oleh manusia. Hal ini sama seperti orang yang mengikuti undang-undang tanpa mencintainya, sebab takut mendapat hukuman.

Namun cinta pada nabi akan membantu seseorang untuk mengikutinya dan menambal kekurangan dalam meneladaninya. Berbeda dengan sekadar mengikuti tanpa adanya cinta, maka tidak bisa ditambal oleh apapun. Misalnya ada orang yang mengikuti sunah nabi, namun tidak memuliakan nabi. Maka dari sini, orang tidak bisa berharap akan syafaat nabi tanpa cinta dan memuliakan beliau.

Karena itu, cinta pada Nabi Saw adalah puncak yang kita harapkan menjadi sebab keselamatan ketika bertemu Allah Swt. Cinta pada nabi juga menjadi sebab kebutuhan kita di dunia terpenuhi, serta menjadi sebab terhalaunya keburukan dari kita.

#rasulullah #ruh #agama

Rekomendasi
Komentar
Loading...