Dari Antroposentris Menuju Allah Sentris 2/2

Dari Antroposentris Menuju Allah Sentris 2/2

Dikutip dari buku COME – COnnected Meaningful Excellent – “Mendatangkan Keberkahan yang Mengubah Hidup Anda” karya Wahfiudin Sakam


Ada juga orang yang menjalni hidupnya dengan prinsip laa Ilaaha Illallah. Laa Ilaaha: Tiada Ilah, tiada yang dipuja, tiada yang dia cintai, tiada yang dia segala-galakan, Illallah: kecuali Allah.

Saat dia meniadakan yang lain, lepaslah semua bebandari dirinya. Ketika dia melepaskan diri dari kungkungan masalah di sekitarnya, lepaslah dia dari beban dunia. Dia keluar dari belenggu, melesat, dan mendekat kepada Allah.

Orang-orang seperti ini sadar jika bukanlahdirinya yang menjadi pusat segalanya. Ia menjadikanAllah sebagai pusat. Sebagai Yang Maha Menentukan. Dia mendekat kepada Allah.

Inilah yang disebut Allah-sentris. Bahasa ilmiahnya adalah teosentris.Bahasa agamanya adalah tauhid.

Allah pusat segala-galanya. Untuk itu, semua beban dalam dirinya dia lepas, pasrah pada Allah Azza wa Jalla.

Orang yang Allah-sentris selalu bekerja dengan sungguh-sungguh.Ia sadar,yang menjadi atasan hakikinya bukanlah bos di kantor, melainkan Allah. Jika ia merasa atasannya adalah Allah, dia akan bekerja penuh integritas.

Umumnya, orang seperti itu berkarakter bijaksana, baiksebagai bawahan maupun pimpinan. Dia tahu nilai dan makna di balik apa yang sedang dia kerjakan.

Itu semua karena dia selalu terhubung dengan Allah Yang Maha Adadan Yang Maha Mengadakan. Allah yang MahaHidup dan Maha Menghidupkan. Allah yang MahaCerdas dan Maha Mencerdaskan. Allah yang Maha Berkehendak dan Maha Menghendakkan. Allah yang MahaKuasa dan Maha Memampukan.

Karena itu, masalah apapun dia serahkan semuanya kepada Allah.

Dia yakin bahwa yang memberikan rezeki itu hanyalah Allah.Dia hanya perlu bekerja penuh kesungguhan. Semua masalah dia serahkan kepada Allah sebagai pusat segalanya.

Hidupnya terasa tenang, penuh sukacita, tanpa beban. Inilah cerminan orang yang senantiasa bertawakal, selalu bergantung dan berharap hanya kepada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.