Di Bengkulu Utara, Mudir Aam JATMAN Kupas Kitab Sirrul Asrar

Di Bengkulu Utara, Mudir Aam JATMAN Kupas Kitab Sirrul Asrar

Bengkulu – Dalam lawatannya selama dua hari (10/03 sd 11/03), Mudir Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), KH Wahfiudin Sakam keliling mengunjungi syu’biyah. Salah satu yang dikunjungi adalah Bengkulu Utara.

Ahad (11/03), di teras Masjid al-Barakah, Padang Jaya, Kyai Wahfiudin selain silaturrahim dengan Pengurus Syu’biyah di sana juga didaulat mengisi ceramah dalam acara Haul Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs) dan Rajaban. Sehari sebelumnya, Sabtu (10/03) Wakil Talqin TQN PP Suryalaya ini mengunjungi Mudir Idarah Wustha Bengkulu, KH. Muttaqin serta pengurus lainnya di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin.

Mudir Syu’biyah Bengkulu Utara, KH. Tarmudzi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mudir Aam yang berkenan mengunjungi jamaah tarekat di pelosok daerah. “Kyai Tarmudzi adalah kyai yang kharismatik, beliau Mursyid TQN dari jalur Kyai Muthohar, adik dari Kyai Muslich Mranggen,” ujar Anis, pendamping Kyai Wahfiudin.

Sementara itu dalam sambutannya Kyai Muttakin berharap penyelenggaraan Munas JATMAN ke depannya dapat diadakan di Bengkulu. “Mohon doa dan dukungannya, semoga tahun 2020 Munas JATMAN bisa di Bengkulu. Kami sedang mengajukan ke Maulana,” kata Mudir Wustha Bengkulu.

Dalam tausiyahnya Mudir Aam mengupas kitab sirrul asrar, bab mengenal diri. “Hakikat diri adalah diri yang berwujud ruh. Tubuh hanya cangkang untuk menopang ruh bekerja sebagai wakil-Nya di muka bumi,” terangnya.

Pengurus Pusat Lembaga Dakwah PBNU ini juga mengupas materi mati dan wafat. Menurutnya mati dan wafat beda. Mati proses habisnya energi dari tubuh biologis dan wafat adalah proses keluarnya ruh dari dalam tubuh.

“Allah akan mewafatkan di saat kematiannya. Mati dulu baru wafat. Saat basyar atau tubuh kehabisan daya, kehabisan energi, itu mati namanya. Begitu basyar mati diri kita yang ruh dicabut, itu wafat namanya,” jelas Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.

Tampak hadir Pengurus Cabang NU, MUI Bengkulu Utara, Kapolres, Komandan Kodim, Camat Padang Jaya, ulama, tokoh masyarakat dan warga sekitar. Acara ditutup dengan pembelajaran dzikir dari Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Pesantren Suryalaya. (Idn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.