Disiplin; Jembatan antara Tujuan dan Pencapaian

Pengusaha, motivator dan pakar pengembangan diri di eranya, Jim Rohn (1930-2009) mengungkapkan “discipline is the bridge between goals and accomplishment”.

Disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian. Demikian kira-kira terjemah dari ungkapan di atas.

Untuk mencapai tujuan tidak bisa tidak ada ikhtiar yang wajib dilakukan. Bukan sekadar ikhtiar saja, tetapi berikhtiar dengan disiplin. Dengan kata lain, ada usaha yang terus menerus dilakukan alias kontinuitas.

Sekian banyak orang menyerah dan berhenti di tengah jalan karena menemui tantangan dan rintangan. Entah karena putus asa, menemui kesulitan, kehabisan energi dan stamina, atau pun karena tergoda bujuk dan rayuan yang melencengkan dari tujuan.

Untuk mencapai tujuan, maka kedisiplinan dan kontinuitas memerlukan stamina mental yang kuat, energi positif, serta daya fokus dan kemampuan untuk mengabaikan hal yang tidak penting dan tidak diperlukan. (Foto: FreePik)

Dalam Islam, amalan yang paling disukai Allah ialah yang disiplin dan konsisten dilakukan meskipun sedikit dan sederhana. Sebagaimana sabda Nabi Saw:

أحب الأعمال إلى الله تعالى أدومها وإن قل

Amalan yang paling disukai Allah ialah yang paling konsisten (dilakukan) meskipun sedikit (HR. Muslim).

Nabi Muhammad Saw menyukai sekaligus memiliki habit melakukan sesuatu secara disiplin dan kontinu. Beliau disiplin dalam mengatur waktu untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat dan berkontribusi untuk umat.

Kesuksesannya dalam menjalankan misi kenabian, pemimpin negara, pemimpin keluarga, menjalankan aktivitas ekonomi, sosial, politik dan pendidikan serta aneka kegiatan positif dan konstruktif lainnya tidak bisa dilepaskan dari kedisiplinan dan kontinuitas.

Dan kedisiplinan dan kontinuitas itu tidak bisa dilepaskan dari kebergantungan yang tinggi dan berharapan baik kepada Allah Swt serta berjalan sesuai syariat agar tujuan Anda juga selaras dengan ridha-Nya.

Rekomendasi
Komentar
Loading...