Dr. Negro di Mata Jamaah

Jakarta – Wafatnya Dr. Ir. H. Negro Kiswantoro MM meninggalkan kenangan indah bagi jamaah. Setelah hampir dua minggu berjuang melawan komplikasi diabetes, akhirnya Ketua YSB Korwil Yogyakarta berpulang ke Yang Maha Kuasa pada Ahad kemarin (03/01).

Sejumlah jamaah mengungkapkan kenangan indah saat bersama almarhum. Arifin Ardi salah satunya. Jamaah TQN Suryalaya yang lama tinggal di Yogya ini mengutarakan jika kehadiran Pak Negro seakan-akan menjadi oase di tengah fatamorgana dan stagnasi kegiatan amaliyah di Yogya kala itu. “Beliau banyak menanam benih, menyemai dan memupuk simpul-simpul kelompok dzikir baru di pelosok Yogya seperti, Klaten, Prambanan, Gunung Kidul,” ujarnya di WhatsApp Group ikhwan TQN Suryalaya.

Arifin melanjutkan bahwa almarhum selalu menelpon atau mengirim SMS untuk mengingatkan jadwal pengajian. “Bahkan beliau menjemput saya dan ibu untuk hadir pengajian manaqib di Prambanan. Kalo ingat, bener-bener ingin menangis.”

Idhan, ikhwan TQN di Jakarta menganggap almarhum layaknya orang tua sendiri. “Setiap ada agenda dakwah di Yogya, beliau selalu minta agar kami dapat menginap di rumahnya. Beliau pribadi yang peduli, tegas dan santun.”

“Saya pernah sekali bermalam di rumahnya saat safari dakwah di Yogya bersama Kyai Wahfiudin dan mas Idhan. Beliau orang yang sangat baik!.” ungkap Alif Nasrudin trainer asal Kudus.

Sementara itu, Bilal, ikhwan TQN di Pontianak mengutarakan jika setiap ada pejuang Allah yang pergi, menjerit rasanya hati ini. Tapi diri ini harus belajar menerima ketentuan Allah ta’alaa. “Semoga kita semua mati di jalan dakwah karena Allah, khusnul khatimah dan dalam keadaan dzikir kepada Allah… ” tukasnya. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...