Dzikrullah, Bekal Perjalanan Pulang Kampung

Ada sebuah kutipan “Hidup adalah perjalanan menuju pulang”. Kemudian ada yang bertanya pulang kemana? 

Pulang menerangkan perjalanan manusia kembali ke tempat asalnya. Kata pulang dipakai biasanya saat seseorang selesai melakukan sebuah kegiatan atau pekerjaan di luar tempat asalnya. Aktivitas ini banyak dialami perantau yang mengais rezeki di luar tempat tinggalnya. Bisa di lain kota bahkan bisa juga di luar negeri.

Bagaimana memaknai pulang dalam konteks perjalanan hidup. Jika hidup adalah sebuah perjalanan menuju ke tempat asal, di manakah sebenarnya asal kita?

Surat Al Baqarah ayat 156, Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali”.

Dalam dunia tasawuf, kalimat ini bukan hanya dipakai sebagai kalimat duka cita. Lebih dari itu, sebuah pengakuan kehambaan yang sangat dalam bahwa segala sumber kehidupan dari Allah SWT. Sekecil apapun yang terjadi tidak lepas dari kehendakNya.

Kembali kepada Allah SWT bukan berarti harus mati terlebih dahulu. Selama napas masih ada, selama masih dalam keadaan hidup, proses “kembali kepada Allah” sudah harus terjadi. Bagaimana caranya?

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsy yang diriwayatkan Abu Dawud, “Qalbu Mukmin Baitullah”. Qalbu orang yang beriman itu adalah rumah Allah. “Tidak dapat memuat Dzat Ku bumi dan langit-Ku, kecuali qalbu hamba Ku yang mukmin, lunak dan tenang.”

Hadits di atas menerangkan, untuk kembali kepada Allah perlu mengetahui cara membersihkan qalbu. Kebersihan qalbu menuntun kita menemukan eksistensi Allah SWT. Caranya dengan memperbanyak dzikrullah. Hadits yang diriwayatkan Al Baihaqi “Sesungguhnya segala sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih qalbu adalah dzikrullah”.

Cara berdzikir yang benar, memerlukan seorang guru pembimbing. Guru mursyid. Ia menanamkan bibit dzikir ke dalam qalbu setiap murid. Amaliah dzikir yang dibimbing guru mursyid akan membawa kita pulang ke kampung halaman.

Semoga kitapun diperjalankanNya untuk mendapatkan anugerah itu semua. Aamin ya Rabbal ‘Alamin

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...