Forum Ulama Internasional Bahas Persatuan dan Kesatuan Dalam Berdakwah

Forum Ulama Internasional Bahas Persatuan dan Kesatuan Dalam Berdakwah

Jakarta : Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara yang diketuai Dr. Muhammad Zaitun Rasmin bekerja sama dengan Yayasan al Manarah Al Islamiyah yang diketuai oleh Syekh Khalid Al Hamudy menyelenggarakan Forum Ilmiah Internasiomal yang ke-5 (al Multaqa al Duwaly al ‘Ilmy al Khamis).

Forum pertemuan tahunan para ulama, cendekiawan dan aktivis dakwah yang dihelat di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat ini turut didukung oleh Pemprov. DKI Jakarta.

Sambutan disampaikan oleh Wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Forum internasional ini diagendakan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa(3/7) sampai dengan Jumat (6/7). Beberapa tokoh dan cendekiawan baik dari dalam dan luar negeri telah diagendakan menyampaikan paparannya untuk dibahas bersama.

500 peserta yang hadir adalah perwakilan ulama, cendekiawan, dai dan ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, PERSIS, Wahdah Islamiyah, Dewan Dakwah Islamiyah, FPI, Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, PUI, Al Washliyah, Hidayatullah, GP Anshar DKI, dan lainnya.

Demikian juga lebih dari seratus ulama dan dai datang sebagai undangan dari negara-negara di Asia Tenggara dan beberapa ulama serta tokoh utusan dari negara-negara Afrika dan Eropa juga belasan duta besar negara-negara Islam untuk Indonesia.

Bahasan perhelatan Multaqa kelima ini adalah “Wa’tashimu…” (berpegang teguhlah kalian semua…)” dan akan dirumuskan dalam langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan kesatuan-persatuan ulama dan dai dalam berdakwah.

Sehingga selain dapat menjauhi perselisihan dan perpecahan umat, para ulama juga dapat mengembangkan dialog-dialog yang saling menghormati dalam menghadapi tantangan di tengah masyarakat.

Forum akbar tahunan ini konsisten dengan pengambangan wacana dakwah yang murni tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan politik pragmatis.

Oleh karena itu dari perhelatan akbar ini diharapkan melahirkan kesadaran bersama besarnya tanggung para ulama dan dai dalam mengembangkan dakwah Islam yang penuh hikmah. Dakwah yang berorientasi kepada terwujudnya peradaban Islam yang kontributif, harmonis, sejahteraa, adil, makmur, aman dan damai.

Forum internasional telah menjadi agenda tahunan dari program kerja Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara sejak didirikannya pada tahun 2014. Multaqa yang pertama diselenggarakan di Depok Tahun 2014 sebagai tahun pembentukan Rabithah. Multaqa yang kedua tahun 2015 diselenggarakan di Lembang-Bandung dengan tema “Waman Ahsanu Qaulan..”

Multaqa yang ketiga diselenggarakan di Centul-Bogor dengan tema “Ummatan Wasatha”. Multaqa ke empat tahun 2017 diselenggarakan di Kota Padang dengan Tema “Wihdatul Ummat”. [Jeje]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.