Gelar Malam Nisfhu Syaban, LDTQN Jakarta Gunakan Tes GeNose

LDTQN provinsi DKI Jakarta menggelar shalat nishfu sya’ban di TQN Center Jakarta, Masjid Al Mubarak dengan protokol kesehatan yang ketat pada Ahad, 28 Maret 2021.

Pelaksanaan protokol kesehatan bukan hanya menerapkan 3 M, tapi juga dilakukan screening Covid 19 melalui test GeNose. Test GeNose bagi jama’ah sudah mulai diterapkan sejak pukul 12.30 – 17.30 WIB.

Bagi mereka yang mendapatkan hasil negatif baik melalui test GeNose, Swab Antigen atau pun Swab PCR disilahkan untuk masuk masjid dan mengikuti amaliah nishfu sya’ban.

Agenda diawali dengan shalat maghrib secara berjama’ah, dilanjutkan dzikir harian, lalu membaca surah Yasin sebanyak 3 kali. Usai yasinan, jamaah melakukan shalat 100 rakaat, lalu shalat Isya berjamaah disusul shalat ba’diyah dan dzikir harian. Baru setelah itu dilanjutkan kembali shalat 100 rakaat yang kemudian ditutup dengan shalat lidaf’il bala’ dan dzikir khatam.

KH. Wahfiudin Sakam ikut mengapresiasi langkah LDTQN Jakarta. Menurut wakil talqin Abah Anom tersebut prestasi yang istimewa adalah memperkenalkan dan menegakkan prosedur baru, dalam rangka membangun kebiasaan baru, untuk menyongsong peradaban baru.

Sebab menjadi pengurus ormas semisal LDTQN yang mengurus orang banyak secara sosial bukan hal yang mudah di masa normal. Perlu penguasaan kendali bahkan memaksa mereka untuk berubah di era baru.

“Change (perubahan) adalah suatu keniscayaan, karena keadaan zaman semakin cepat berubah. Change Management dan Organizational Change adalah keahlian yang semakin dituntut untuk dikuasai oleh para pemimpin masa kini. Berubah atau Musnah, itu adagium yg makin populer saat ini. Transformatif atau disruptif, itu pilihan yg tak dapat dihindari,” ungkap Pembina LDTQN Pusat tersebut.

LDTQN Jakarta memang sebelumnya telah menggelar pelatihan kepada tim skrining tes GeNose C19. Bagaimana prosedural melakukan tes GeNose serta simulasi agar penggunaan GeNose yang akan digunakan dalam kegiatan offline bisa berjalan efektif dan efisien.

GeNose sendiri telah mendapatkan izin dari Kemenkes sejak 24 Desember 2020 dan telah lazim digunakan di banyak stasiun kereta api serta bandara yang akan aktif digunakan pada 1 April 2021 mendatang.

GeNose tergolong teknologi yang akurat, cepat dan nyaman. Dari segi akurasi, GeNose ada di atas angka 90 %. Serta durasi yang dibutuhkan relatif singkat karena hanya kurang lebih 3 menit. Dari segi penggunaan juga tergolong nyaman karena melalui deteksi nafas yang ditiupkan ke kantong udara.

Rekomendasi
Komentar
Loading...