GMPS dan TQNNews Siap Berkolaborasi Kembangkan Wirausaha TQN

Jakarta – GMPS (Generasi Muda Pontren Suryalaya) bulan kemarin menginisiasi usaha baru, ternak bebek di Cianjur, Jawa Barat.

“Usaha yang dijalankan teman-teman pengurus Cianjur ini mendapat dukungan permodalan dan pembinaan dari pusat,” ujar Ketua Divisi Wirausaha dan Kemitraan DPP GMPS, Mas Arfan Kalam Akbar SH.

Dalam kunjungannya ke kantor redaksi TQNNews Rabu (22/7) Arfan menyampaikan 3 konsep wirausaha dan kemitraan yang dikembangkan pengurus pusat. “Investasi, pengembangan dan usaha baru,” ujarnya.

Investasi, memasukkan dana ke dalam satu usaha yang sedang berjalan (aktif), yang telah teruji dan melalui proses screening  yang ketat. Konsep ini diutamakan untuk usaha anggota GMPS. Definisi investasi di sini lebih kepada mencari dana hibah untuk ditempatkan pada usaha-usaha produktif.

“Misal ada anggota GMPS yang ingin mengembangkan usaha minuman boba. Dana hibah yang telah diamanahkan ke DPP bisa dialokasikan untuk masuk sektor ini dengan konsep bagi hasil.”

Harapannya orang yang menerima investasi, usahanya berjalan lancar, meningkat ekonominya, lalu menjadi hibahtor (orang yang menghibahkan dana),” sambung Arfan.

Konsep pengembangan lebih kepada kolaborasi dengan pelaku usaha, orang yang memiliki keahlian dan pengalaman untuk membuka usaha. Sementara konsep usaha baru seperti yang sedang dijalankan DPD Cianjur, ternak bebek.

Arfan mengatakan, setiap pelantikan melakukan pendataan kepada pengurus GMPS. Termasuk mendata jika ada pengurus yang memiliki usaha dan keahlian yang dikuasai.

“Goals besar DPP adalah membuat ekosistem usaha dengan big data,” sambung Arfan.

Redaktur TQNNews Nugraha Romadhan ditemani kru lainnya menyampaikan siap mendukung program kerja GMPS untuk memajukan ikhwan TQN Pontren Suryalaya.

“Saat ini kami fokus dua hal. Mengembangkan media dakwah digital dan  menciptakan ekosistem bisnis online. Banyak irisan program yang bisa disinergikan,” ujar pria yang akrab disapa Idhan.

Idhan menjelaskan jika dakwah TQNNews menyasar kelompok usia 25 hingga 34 tahun. “Untuk menyasar mereka, kami kembangkan kanal dakwah di youtube, instagram, facebook. Kami juga baru masuk ke platform podcast untuk memperkuat lini dakwah digital,” lanjut Idhan menjelaskan.

Era pandemi mendorong semua orang bertransformasi digital. Terlebih lagi pelaku usaha. Ikhwan TQN yang memulai usaha dan sudah memulai usaha perlu memperkuat aktivitas online-nya.

“Kami juga sedang membuat platform untuk mendata, mempromosikan dan mengembangkan usaha ikhwan TQN. Sehingga kehadiran TQNNews bisa lebih bermanfaat untuk banyak orang,” pungkasnya.

Idhan dan Arfan sepakat perlu ada pertemuan lanjutan. “Insya Allah TQNNews akan mengagendakan silaturrahim ke DPP GMPS dalam waktu dekat,” pungkas Idhan.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...