H. Ali bin Haji Mohamed dan TQN Suryalaya di Singapura

Dirangkum dari buku “Peran Edukasi Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Dengan Referensi Utama Suryalaya” karya Dr. Hj. Sri Mulyati, M.A.


TQN di Singapura dimulai pada 1972, oleh murid Abah Sepuh, H. Ibin Sarbini; seorang pelaku bisnis yang memindahkan usahanya ke sana dari Tasikmalaya, dengan tujuan menyebarkan tarekat ini. Di antara ikhwan pertama adalah Habib Muhammad dan temannya, Yusuf dan Mohammad Syukron.

Perkembangan TQN cepat terjadi di Singapura setelah H. Ali bin Mohamed ditetapkan sebagai wakil talqin oleh Abah Anom pada 1975, segera setelah ia melakukan ibadah haji. Beliau merupakan generasi pertama dari ikhwan TQN Suryalaya bersama dengan Yusuf Wanjor, Hasan Muttalib, H. Yusuf Ali dan H. Sariri Rawi.

Aktifitas cabang TQN Suryalaya di Singapura sejak 1974 antara lain khataman dan ceramah agama. Ketika hari ulang tahun Pesantren Suryalaya dirayakah tahun 1975, 29 orang melakukan talqin.

Di tahun 1976, dua muballigh Suryalaya, Prof. Abu Bakar Aceh dan KH. Zaenal Abidin Anwar, dengan izin Abah Anom, menerima undangan untuk melaksanakan dakwah di Singapura. Sampai tahun 1987, ikhwan TQN di Singapura telah mencapai tiga ribu secara keseluruhan.

Aktifitas TQN bertempat di rumah H. Ali tidak cukup bagi ikhwan di sana. Karena alasan ini mereka pindah ke Masjid Khadijah, yang menjadi pusat aktifitas TQN. Di sinilah mereka menyambut Abah Anom dalam kunjungan keduanya ke Singapura pada 1983 ketika perjalanannya menuju Baghdad dan Mesir.

Pada tahun 1989, beliau kembali berkunjung sekembalinya dari Serawak, Malaysia. Di tahun ini pula mereka mendirikan sebuah Pondok Inabah yang dengan sukses menyembuhkan empat pasien dari ketergantungan narkoba. Dana untuk aktifitas lokal ini dilakukan dengan bantuan dari Ibu Bella yang mengoperasikan rumah makan Darul Khidmat di sana.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...