Hadapi Revolusi Industri 4.0. MUI Selenggarakan Workshop Pembinaan Pesantren

Bogor – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (Komisi PK) kemarin, Ahad (16/12) menyelenggarakan Workshop Pembinaan Pesantren di Royal Hotel Bogor, Jawa Barat.

Workshop bertemakan “Menyiapkan Generasi Menghadapi Peluang dan Tantangan Era Revolusi Industri 4.0,” dihadiri sekitar 100 pegiat pendidikan, khususnya pesantren.

Merujuk data Kemenag, di Indonesia ada sekitar 28.000 pesantren, namun sedikit yang memiliki standar dan target dalam menjalankan pesantren tersebut. “Masih banyak pesantren yang dikelola apa adanya, seperti masih menggunakan manajemen keluarga,” kata KH. Muhbib Abdul Wahab, dosen UIN Jakarta.

“Padahal potensi lembaga pendidikan seperti pesantren sangat besar jika dikelola dengan baik dan rapi. Pesantren terbukti mampu melintasi zaman dan banyak melahirkan kader ulama yang berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjut Muhbib menjelaskan.

Dalam kesempatan itu ia juga memberikan contoh pesantren yang berhasil menjadi basis pengembangan masyarakat seperti Daarul Ulum yang memiliki lembaga pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

“Ada juga Pesantren Nurul Iman di Parung, berhasil mengelola dan mengembangkan aset untuk memenuhi kebutuhan santri dan masyarakat,” kata dia.

Menghadapi era Revolusi Industri 4.0. pesantren harus mampu mengembangkan life skill. “Tidak hanya mahir membaca kitab kuning namun juga memiliki jiwa kewirausahaan, wawasan global serta menguasai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi termasuk literasi media sosial,” tutupnya.

Tampak hadir Hadir Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Anwar Abbas, Wasekjen Bidang Fatwa, KH. Sholahuddin Al-Aiyub, M.Si, Wasekjen Bidang Pendidikan dan Infokom Dr. Amirsyah Tambunan. (idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...