Hafalan Quran Santri di Kudus Lebih Banyak dan Kuat

Ponpes NUN pimpinan Ust. Alif Nashruddin memiliki santri sebanyak 42 orang. Putra 21 orang dan putri 21 orang.

Pesantren yang berada di Desa Tanjung Karang RT.6 RW.6 Gang 20 Kec. Jati Kab. Kudus ini sebagian besar santrinya berasal dari kalangan yatim dan dhuafa. Tidak sedikit dari mereka yang sebelumnya adalah anak jalanan. Santri mulai dari usia 3 tahun hingga usia setingkat SMA.

Menariknya, NUN tidak mengenakan biaya masuk maupun bulanan kepada para santri. Alias gratis. Sepanjang santri mau belajar, NUN akan memfasilitasinya.

Ust. Alif Nashruddin mengatakan program tahfidzul quran dikerjasamakan dengan HATAM, pengembang aplikasi menghafal quran.

“Alhamdulillah sejak Januari tahun ini, sudah ada santri yang hafal hingga enam juz,” terang Alif.

Menurut jebolan Akademi Trainer Jamil Azzaini, program HATAM sangat memudahkan santri karena ada alat bantu berupa aplikasi dan speaker.

“Setiap hari bakda subuh, santri menambah hafalan ayat sebanyak  tujuh baris Al-Qur’an. Murajaah (menjaga hafalan) dilakukan mulai bakda ashar sampai bakda isya,” kata Alif menjelaskan.

“Hasilnya rata-rata santri berhasil menghafal satu juz dalam waktu  dua bulan dengan kualitas bacaan yang baik dan sesuai kaidah tajwid dan irama yang indah,” sambungnya.

Salah satu santri NUN ada yang IQ nya di bawah 100, namun hafalannya bisa kuat dan banyak (saat ini sudah 3 Juz). Ada juga cerita santri kelas 3 yang mengalami disleksia. Sebelumnya dia langganan mendapat ranking terakhir di kelasnya. Kini, setelah menggunakan metode HATAM dia menjadi santri terbaik dengan hafalan terbanyak dan hafalan terkuat.

Kunci keberhasilan Ponpes NUN adalah pembelajaran dzikir beriringan dengan penghafalan quran. Secara rutin santri mengamalkan dzikir TQN Pontren Suryalaya secara berjamaah.

Menghafal Al-Quran dengan metode yang tepat akan menghasilkan hafalan yang kuat dan mudah.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...