Hikmah Pandemi, Ikhwan TQN Dirikan Rumah Bandeng

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَـٰطِلًۭا سُبْحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Inilah ucapan Ulul Albab ketika ia melihat makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini sebagaimana digambarkan Allah swt di dalam Alquran surah Ali Imran (3) ayat 191.

Ulul Albab adalah cendekiawan muslim yang memiliki dua karekater utama: Pertama, selalu ingat kepada Allah swt dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Kedua, selalu berfikir tentang penciptaan langit dan bumi.

Wabah pandemi Covid-19 yang kini mengguncang dunia adalah ciptaan Allah. Wabah ini terbilang sangat dahsyat. Daya tularnya sangat tinggi. Perkembangbiakannya pun sangat cepat dengan cara memecah diri, mereplika diri sendiri, dan sering bermutasi.

Ribuan orang kehilangan pekerjaan, ribuan pedagang kehilangan pelanggan, ribuan pengusaha kehilangan rekanan, ribuan karyawan harus dirumahkan. Banyak orang miskin bertambah miskin, yang menderita tambah menderita. Jerit dan tangis kelaparan bergema di mana-mana. Wajah-wajah murung, lemah, tak berdaya, menghiasi kehidupan sebagian masyarakat dunia.

Apakah dengan berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh covid-19 ini, keberadaannya tidak memiliki nilai positif sekecil apa pun? Kalau pertanyaan ini ditujukan kepada Ulul Albab. Jawabannya sangat jelas, “Rabbana ma khalaqta hadza bathila (Ya Allah, Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia).” Artinya, seburuk apa pun covid-19, di dalamnya tetap ada hikmah besar yang diberikan Allah swt. Siapapun yang mau mengambil hikmah itu, ia akan memperoleh keberuntungan.

Hikmah itu sangat banyak, antara lain mengajarkan disiplin. Orang yang tidak terbiasa hidup disiplin, kedisiplinan menjadi barang langka baginya. Kehadiran Covid-19 mendorong orang untuk terbiasa disiplin dan konsisten dalam kedisiplinan: Disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak; disiplin bekerja, belajar, dan beribadah; disiplin memelihara kebersihan barang dan pakaian, dll.

Dan hikmah yang sangat besar lagi adalah orang terdorong untuk melek IT (Information Technology). Sebelum covid-19 melanglang buana di berbagai negara, mayoritas karyawan yang bekerja, dosen-guru yang mengajar, mahasiswa-murid yang belajar, terbiasa dengan aktivitas manual dan tradisional. IT barangkali tidak tersentuh, bahkan tidak terpikir oleh sebagian mereka. Ketika covid-19 “lahir” dan “menguasai” dunia, mereka semua didorong untuk melek IT.

Mereka harus bekerja dan belajar dari rumah. Mereka tidak diperkenankan lagi bertemu muka secara fisik, sementara pekerjaan dan pembelajaran harus tetap berjalan. Dalam situasi dan kondisi semacam ini, mereka tidak punya pilihan, kecuali menggunakan IT. Bahkan hikmahnya juga bermunculan banyak wirausahawan baru dan UMKM yang memanfaatkan teknologi online tersebut.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Moka, bisnis food and beverages (F&B) mengalami penurunan hingga 40%. Sedangkan penggunaan jasa layanan antar meningkat hingga 30%. Salah satu strategi yang dapat difokuskan adalah pembelanjaan online. Untuk memaksimalkan pembelanjaan dengan jasa antar, baik untuk F&B ataupun ritel dan servis.

Pelaku UMKM dapat membuat paket khusus untuk mendorong konsumen membeli secara online dan mengubah jasa menjadi suatu produk yang bisa digunakan oleh konsumen di rumah. Para pelaku usaha dapat memperhatikan tren yang kini sedang berlaku di masyarakat.

Misalnya, kegiatan masak di rumah. Para pebisnis F&B dapat shifting untuk menyediakan bahan baku makanan siap masak dengan opsi jasa pengantaran untuk mendukung social distancing.

Pada saat ini selain didukung oleh jasa pengantaran makanan via gofood, grabfood juga sudah ditambah oleh yang baru muncul yaitu shopeefood.

Seperti yang dilakukan oleh pelaku UMKM yang juga salah seorang Ikhwan TQN. Muhammad Yasin menjalin kerja sama dengan ketiga platform tersebut untuk berjualan produk olahan ikan bandengnya di Utan Kayu Matraman, dengan nama RUMAH BANDENG. Ia optimis dapat terus berkembang pada masa pandemi ini.

Pola diatas  dapat digunakan baik perusahaan skala kecil maupun besar. Bagi para Pelaku UMKM, mereka hanya perlu menyusun sebuah E-Catalog yang menghadirkan serangkaian produknya untuk dipesan langsung oleh konsumen dari rumah. Inisiatif E-Catalog ini juga mulai dikenalkan oleh aplikasi WA Business yang bisa di-install secara gratis di Playstore.

E-Catalog juga merupakan upaya untuk menghadirkan pengalaman mendapatkan produk-produk UMKM yang tersedia lengkap di berbagai toko online dengan lebih mudah, cepat dan aman. Konsumen dapat memanfaatkan E-Catalog dengan memilih enam e-commerce yang tersedia, yakni Tokopedia, JD.ID, Lazada,, Blibli, Shopee, serta Bukalapak.

Jadi tidak ada alasan bagi Ikhwan TQN untuk kalah dan tidak bisa mengambil manfaat di situasi saat ini, Wa’tasimuu bihablillah..

Rekomendasi
Komentar
Loading...