Human Resources Management dalam Perspektif Tasawuf

Tasikmalaya – Sebanyak 28 karyawan Yayasan al-Maghfiroh, PHBI dan DKM BPJS Ketenagakerjaan kemarin, Kamis (15/02) mendapatkan sesi pengembangan diri dari pakar sumber daya manusia, Drs. Asep Haerul Gani.

Sesi yang disampaikan di teras Masjid Nurul Asror, Pondok Pesantren Suryalaya ini merupakan rangkaian dari program upgrading kompetensi penanaman nilai-nilai sufistik selama tiga hari. Seperti yang diharapkan Deputi Direktur Human Capital BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugroho, “Walaupun hanya dengan waktu yang singkat, semoga kami bisa mengamalkannya terus ajaran TQN. Karyawan mampu bekerja ikhlas dengan niat ibadah.

Kang Asep, begitu sapaan akrab pemilik Saung Bujangga Manik ini menjelaskan tentang prinsip-prinsip pengelolaan diri manusia dari perspektif sufi. Selama dua jam, 24 peserta pria dan 4 peserta wanita menjadi tercerahkan, bahwa kinerja produktif adalah hasil dari diri yang tenang, Nafs al-Muthmainnah.

Dosen Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah ini menceritakan pengalamannya menekuni dunia Human Resources selama 23 tahun.  “Kinerja buruk yang tampil di kantor berkorelasi dengan masalah-masalah pengelolaan diri, khusunya diri tirani yang membuat resah, gelisah, kecewa, marah dan dendam. Itulah Nafs al-Amarah,” terangnya.

Selanjutnya, suami dari dari Ai Khojanah memberikan solusi untuk menjadi pribadi yang memiliki kinerja produktif. “Diperlukan latihan kesadaran diri agar selamanya eling lan waspada. Melanggengkan kesadaran akan adanya Allah SWT dengan dzikrullah.” kata penulis buku forgiveness therapy.

Maestro Ericksonian Hypnotherapy ini mengingatkan peserta, saat tergelincir pada diri tirani, segera sadar, lalu menyesal dan bertaubat melakukan tindakan yang tepat dan mulya.

Selama sesi ini, materi disampaikan dalam bentuk structured experiential learning sehingga peserta terlibat, dan mendapatkan AHA experience dari dinamika kegiatan yang diikuti. (Ahg/Idn)

 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...