Ikhwan TQN, Yuk Lakukan 5 Hal Ini Untuk Cegah Krisis Air Bersih

Jakarta –  Data dari World Economic Forum (WEF) 2020 dalam Global Risk Report dilaporkan krisis air menempati peringkat 5 besar dalam resiko global berdasarkan kemungkinan dan dampaknya pada kehidupan manusia.

Ketersediaan air bersih di sejumlah daerah di Indonesia semakin berkurang. Pulau Jawa diperkirakan mengalami kelangkaan air bersih pada tahun 2040. Ancaman ini perlu diantisipasi seluruh pihak terkait.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heri Dewanto dalam lokakarya internasional virtual terkait waduk pesisir mengatakan ancaman kelangkaan air menjadi ironi di tengah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia. Diketahui curah hujan rata-rata 2.000-3.000 milimeter per tahun.

Sebagai contoh, dampak krisis air bersih di Kabupaten Bogor. Melansir informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, ada sekitar 50.450 jiwa di 9 kecamatan terdampak krisis air bersih. Hal ini menyebabkan bantuan air bersih meningkar sejat Agustus 2020.

Peran Ikhwan TQN Pontren Suryalaya

“Cobalah renungkan pepatah leluhur kita: “Hendaklah kita bersikap budiman, tertib dan damai, andaikan tidak demikian, pasti sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”. Karena yang menyebabkan penderitaan diri pribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri,” demikian kutipan dari Tanbih peninggalan Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad.

Dengan demikian, kita juga mempunyai peran untuk memperbaiki dan melestarikan air bersih, di daerah masing-masing. Keberadaan ikhwan-akhwat TQN yang tersebar di berbagai daerah menjadi modal penting untuk menyebarluaskan upaya Indonesia terhindar dari krisis air bersih.

Setidaknya ada 5 upaya yang perlu dilakukan murid-murid Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (qs),

1. Buang sampah pada tempatnya

Hal kecil ini terkadang sering diabaikan banyak orang. Dengan mudahnya orang membuang sampah sembarangan. Beragam sampah rumah tangga, organik maupun organik. Jutaan orang melakukan hal yang sama akan membuat saluran air macet, kotor sehingga mengakibatkan banjir di lingkungan kita. Kualitas air tanah juga terdampak.

2. Hemat menggunakan air

Pemborosan menggunakan air bersih sering kita jumpai dijumpai di rumah, salah satunya dari aktivitas mandi. Mulai saat ini biasakan mandi menggunakan pancuran atau shower dibanding memakai gayung. Dengan pancuran air yang keluar lebih sedikit namun merata ke seluruh tubuh.

Hal sederhana lainnya namun berdampak besar adalah keran air yang rusak tidak segera diperbaiki. Masih banyak dijumpai di berbagai tempat seperti sekolah atau pesantren, kantor bahkan rumah, keran yang bocor didiamkan dalam waktu yang lama. Berhari-hari, berminggu-minggu air tumpah percuma.

3. Membuat sumur resapan

Kehadiran sumur resapan di halaman rumah sangat penting, khususnya saat musim hujan. Teknologi sederhana ini berguna untuk mengembalikan keseimbangan air tanah, meminimalisir berbagai bencana yang disebabkan kelebihan air hujan, seperti genangan air di pekarangan, bahkan banjir.

4. Menanam pohon

Jika masih memiliki pekarangan, coba tanami dengan berbagai pohon. Selain membuat udara menjadi lebih segar, kehadiran pohon dapat mencegah polusi air dan menambah cadangan air tanah.

5. Dengungkan pentingnya menjaga dan melestarikan air bersih ke berbagai kanal

Kita bisa menyosialisasikan melalui sosial media atau website-website. Dengan terlibat menyebarluaskan ke masyarakat, kita terlibat aktif mendukung pelestarian sumber daya air bersih.

Rekomendasi
Komentar
Loading...