Ini Arti Lambang Pondok Pesantren Suryalaya

Siapakah perancang lambang Pondok Pesantren Suryalaya? Ialah Amin bin Jumanta yang mendapat kepercayaan untuk menciptakan lambang Pondok Pesantren Suryalaya.

Pak Amin mendapat kepercayaan tersebut usai dipertemukan dengan H. Zaenal Abidin Anwar pada tanggal 13 Februari 1985. Pada saat itu jelang usia ke-80, Pontren Suryalaya belum juga memiliki lambang yang pasti.

Dari sini kita belajar, bahwa Pontren Suryalaya sejak awal lebih terkonsentrasi dalam kiprah perjuangan dan khidmahnya terhadap bangsa dan negara ketimbang memikirkan lambang atau pun logo. Sepak terjangnya melayani, membimbing dan membina umat menjadi prioritas utama dibanding hal yang sifatnya simbolis.

Pada tanggal 16 Februari 1985 rencana lambang Pondok Pesantren Suryalaya saya serahkan kepada H. Zaenal Abidin Anwar di rumah Bapak H. Ir. Widodo Jl. Cimanuk No. 11 untuk dapat diperlihatkan kepada yang terhormat Abah Anom di Pondok Pesantren Suryalaya. Namun dari hasil penelaahan dan penaksiran beliau ternyata lambang tersebut penyempurnaan pada bagian gambar kupu-kupu dan kitab al Qur’an yang seharusnya disertai kitab haditsnya. Sehingga rencana lambang tersebut pada tanggal 23 Februari telah selesai disempurnakan, maka lambang tersebut saya sampaikan kepada bapak H. Zaenal Abidin Anwar di Pondok Pesantren Suryalaya untuk dibawa ke dalam rapat Panitia HUT Pondok Pesantren Suryalaya yang ke-80 tahun.

Alhamdulillah, pada tanggal 18 Maret 1985 mendapatkan berita bahwa lambang tersebut telah mendapatkan restu dari bapak-bapak terhormat di Pondok Pesantren Suryalaya. Demikian ungkap Amin bin Juminta.

Pak Amin bin Juminta mengaku bangga dan bergembira namun ia sadari itu semata-mata atas ciptaan Allah dan bimbingan H. Zaenal Abidin Anwar. Dan ia menyumbangkan lambang tersebut dengan ridha, ikhlas dan gembira menjadi hak mutlak kepunyaan Pondok Pesantren Suryalaya.

Dan bertepatan dengan hari Rabu 7 Rabi’ul Awwal 1406 / 20 November 1985 telah mendapat pembetulan baik kata-kata maupun isi yang juga disetujui oleh sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya KH. A. Shohibulwafa Tajul ‘Arifin.

Kandungan Lambang Pondok Pesantren Suryalaya

A. Isi dan Bentuk
  1. Lapisan Pertama: Dasar bingkai segi lima.
  2. Lapisan Kedua: Kupu-kupu mempunyai:
    • Sayap empat.
    • Gerat-gerat badan dua belas.
    • Mata dua.
    • Kaki empat.
  3. Lapisan Ketiga: Padi dan kapas.
  4. Lapisan Keempat: Tujuh belas sudut sinar Islam.
  5. Lapisan Kelima: Lafadz Allah.
  6. Lapisan Keenam:
    • Kubah Masjid.
    • Al Qur’an, Al Hadits, Ijma’, Qiyas.
    • Lima Traf Islam.
    • Tahun 1905 (Masehi).
    • 7 Rajab 1323 (Hijriyah).
    • Pita berwarna kuning emas dengan pinggiran dan bertuliskan “CAGEUR BAGEUR LAHIR BATHIN”.
B. Pengertian dan Isi Bentuk
  1. Dasar bingkai segi lima mencerminkan:
    • Satu Azas Tunggal Pancasila
    • Rukun Islam: Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, Haji
  2. Kupu-kupu lengkap
    • Mempunyai arti menggambarkan isi Tanbih:
      • Menghormati orang yang lebih tinggi derajatnya, baik dzahir maupun batin.
      • Hidup rukun, damai, rendah hati, serta gotong royong dengan orang yang sederajat, dalam melaksanakan perintah agama dan negara.
      • Jangan menghinakan orang-orang yang keadaannya di bawah kita.
      • Harus kasih sayang dan ramah tamah terhadap fakir miskin.
      Ke semuanya ini untuk menghidup suburkan dari ajaran:
      1. Syariat
      2. Tarekat
      3. Hakikat
      4. Ma’rifat
      Dengan melahirkan tujuan, perencanaan, pelaksanaan dan kontrol.
    • Gerat-gerat / garis-garis badan dua belas, menunjukkan huruf kalimat LAA ILAHA ILLA ALLAH لا إله الا الله
    • Mata dua, artinya: Untuk mengawasi lurus dan lancarnya hablum minallah dan hablum minannas
    • Kumis dua, artinya: Mengamalkan Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN), yang akan menimbulkan keseimbangan lahir batin dunia akhirat, agama dan negara.
    • Garis sayap 11 dan 9, artinya: Garis 11 menunjukkan peringatan wafatnya Sulthan Aulia Syekh Abdul Qadir al Jilani, dengan pelaksanaan pengajian manaqib setiap tanggal sebelas bulan Hijriah. Garis 9 mengingat jasa para wali 9 yang mengembangkan ajaran Islam di Indonesia, dan merupakan tonggak syiar islam.
    • Kaki empat, artinya berpijak. Intisari dari arti kupu-kupu adalah suatu proses kehidupan/perwujudan menuju keseimbangan:
      • Binatang buas (seperti ulat)
      • Berubah wujud menjadi kepompong, di masa riyadhah disebut takhalli.
      • Kepompong berubah lagi menjadi kupu-kupu di masa zuhud disebut tahalli.
      Dan dapat terus terbang menikmati rasa manisnya madu, merupakan lambang kebulatan hidup yang terdiri dari jasmani, akal pikiran dan perasaan, hasil dibina dan tiga ajaran yaitu:
      1. Islam ilmunya Fiqih
      2. Iman ilmunya Tauhid
      3. Ihsan ilmunya Tasawuf
      Sehingga bisa mencapai Tajalli.
  3. Padi dan Kapas:
    • Padi terdiri sebanyak 17 butir, mengartikan 17 (hari kemerdekaan).
    • Kapas terdiri dari 8 kelompok, mengartikan 8 bulan kemerdekaan.
      Padi dan kapas tersebut melambangkan “kemakmuran dan kesuburan lahir batin”.
  4. Tujuh belas sudut sinar Islam, mengartikan:
    • Tujuh belas rakaat dari shalat sebagai tiang atau tonggak agama Islam yang memancarkan sinar keagungan dan kejayaan abadi.
    • 17 Agustus sebagai tanggal kemerdekaan RI.
  5. Lafadz Allah Swt sebagai tujuan utama.
  6. Kubah Masjid sebagai lambang Islam.
    • Satu kitab al Qur’an adalah kitab suci agama Islam.
    • Satu kitab hadits adalah sumber hukum Islam. Lima traf adalah lima waktu sebagai kewajiban umat Islam yaitu:
      Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya.
  7. Tahun 1905 adalah tahun jadi Pondok Pesantren Suryalaya.
  8. Tanggal 7 Rajab 1323 hari jadi Pondok Pesantren Suryalaya.
  9. Pita berwarna kuning emas dengan pinggiran dan bertuliskan “CAGEUR BAGEUR LAHIR BATHIN” moto untuk ciri manusia seutuhnya.
C. Arti Warna
  1. Merah, lambang berani karena benar.
  2. Putih, lambang kesucian, kejujuran, dan keikhlasan yang menjadi sifat dan dasar tujuan Pondok Pesantren Suryalaya.
  3. Kuning emas, lambang keagungan kekal, teguh, dan abadi.
  4. Hijau, lambang kemakmuran dan kesuburan dalam kehidupan secara lahir bathin.
D. Pengertian Keseluruhan

Bahwa Pondok Pesantren Suryalaya sebagai wadah potensi anak didik / santri dalam pembinaan agama Islam di dalam keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya dengan berjiwa Pancasila dan semangat 1945 disertai kesadaran dan rasa tanggung jawab, hendak mendarmabaktikan diri kepada agama, bangsa, dan negara melalui pembinaan dan pendidikan yang sebaik-baiknya bersama dengan agama dan negara di bumi negara Republik Indonesia.

Sumber: Tanbih Dari Masa ke Masa oleh H.R Mamat Rachmat.

Rekomendasi
Komentar
Loading...