Ini Dia Kiat Menjadi Pengusaha Pemula: Kuatkan Otot Entrepreneurship!

Menjadi seorang pengusaha bukanlah hal yang mudah, tapi bukan pula sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Masalahnya, kadangkala berbagai rintangan yang dihadapi seorang pengusaha pemula kerap membuat niat berwirausaha menjadi surut.

Nah untuk itu, Dr. Suharsono berbagi kiat yang disampaikan lewat webinar kepada para anggota TQN Preneur pada Rabu, 17/06/2020.

Kiat-kiat ini penting mengingat para anggota TQN Preneur saat ini tengah mulai menapaki jalan masing-masing sebagai seorang entrepreneur yang sesungguhnya.

Dr. Suharsono ialah pendiri Pertiwi Group, sebuah badan usaha yang telah sukses di bidang pendidikan selama puluhan tahun. Ia juga merupakan seorang konsultan pendidikan yang telah diakui secara nasional.

Menurutnya, yang paling utama harus dilakukan oleh pengusaha pemula adalah menguatkan otot-otot entrepreneurship. Seperti halnya orang berolahraga, jika baru memulai biasanya badan pegal-pegal dan sakit. Nah, bagaimana caranya? Berikut kiat-kiatnya!

Menguatkan Niat

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’du: 11).

“Allah tidak akan mengubah apa-apa kalau kita sendiri tidak melakukan apa-apa,” Suharsono, membuka sesi dengan sebuah ayat al-Qur’an.

Menurutnya, mengubah diri itu adalah memperbaiki kemampuan diri atau upgrading supaya siap menerima tantangan di luar diri.

Niat merupakan bahan bakar bagi pengusaha pemula karena sejatinya tidak mudah menjadi seorang pengusaha. Ia harus mau meninggalkan zona nyaman, banyak risikonya. Tapi ketika berhasil, ia akan lebih banyak membawa manfaat bagi orang lain.

“Kalau kita punya niat yang kuat, yakinlah kita akan memancarkan sinyal-sinyal yang bakal mempertemukan kita dengan orang-orang yang sepemikiran dengan kita,” kata Suharsono berbagi pengalaman.

Melihat Model-model Usaha

Setelah niat kuat dan bulat, pengusaha pemula harus belajar dengan mencari model-model usaha dari orang lain yang terlebih dulu sukses.

Dr. Suharsono sendiri belajar bisnis pendidikan dari orang yang dulu pernah mempekerjakannya di bidang bisnis yang sama, yaitu kursus Bahasa Inggris. Dari pengalaman tersebut ia kemudian bisa memulai bisnis di bidang pendidikan mulai dari nol.

Menginventarisasi Sumber Daya

Pada tahap ini, seorang pengusaha pemula harus mulai melihat apa yang dia punya, dari segi modal, skill, relasi, dan sumber daya lainnya yang bisa digunakan untuk mencapai target-target bisnisnya.

Mencari Mentor

Dalam bisnis apapun mentor sangatlah penting. Dialah yang akan bertugas mengarahkan kita sebagai pebisnis pemula. Dia akan memberi nasihat pada pengembangan bisnis kita. Sebaiknya mentor yang dicari adalah yang sesuai dengan bidang bisnis yang digeluti.

“Awal ke Jakarta, saya ikut seseorang pengusaha, tinggal bersama dia, bekerja bersama dia, mengurus usahanya di bidang kursus bahasa Inggris. Setiap hari yang kita bicarakan adalah perkembangan bisnis tersebut. Nah, saya anggap bisnis dia adalah role model untuk saya, dan dia sendiri adalah mentor saya,” kisah Suharsono yang saat ini memiliki banyak lini bisnis di bidang pendidikan dari mulai kursus, sekolah hingga kampus perguruan tinggi.

Selain kiat-kiat tersebut, ia menekankan bahwa secara umum kesuksesan seorang pengusaha adalah karena ia punya mimpi besar ke depan. Tapi, mimpi saja tidak cukup karena yang paling penting adalah melakukannya (action).

“Semua mimpi dan rencana tidak akan ada gunanya kalau kita tidak bertindak, action,” kata dia.

Sebab dari tindakan itulah seorang pengusaha akan melihat hasil dari usahanya, dari situ dia bisa membandingkan apakah usaha yang dilakukan sejalan dengan tujuan dan mimpi bisnisnya atau tidak.

Karena itu, ia menyarankan agar seorang pebisnis harus terus melakukan evaluasi dan pembaruan target setiap tahunnya.

Ia mengingatkan sekali lagi, bahwa seorang pengusaha, terlebih pemula, harus mampu menguatkan otot-otot entrepreneurshipnya.

Banyak membaca pengalaman atau biografi pebisnis sukses, mengurangi menonton televisi dan menggantinya dengan membaca buku atau menonton video pengembangan diri, serta tetap berpikiran positif, adalah cara-cara yang disarankan untuk memperkuat otot-otot entrepreneurship.

“Jangan menyesali siapa kita diri kita saat ini, karena yang terpenting adalah siapa diri kita lima hingga sepuluh tahun ke depan,” tutupnya memotivasi.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...