Ini Dia Rencana LDTQN Jakpus Kembangkan Dakwah Tarekat

Jakarta – Masjid Jami’ul Huda dulu menjadi salah satu tempat penyelenggaraan manaqib di Jakarta Pusat. Setelah wafatnya Alm. H. Oyo, ketum masjid sekaligus penggerak TQN 4 tahun yang lalu kegiatan manaqib pun terhenti.

Haji Feri, Ketua Lembaga Dakwah TQN Jakarta Pusat mengatakan kejadian itu menjadi pembelajaran bagi pengurus. Menurutnya Kaderisasi adalah kemestian untuk mengamalkan, mengamankan dan melestarikan ajaran TQN Pontren Suryalaya.

Jumat malam (1/2) Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs) kembali diselenggarakan. “Alhamdulillah setelah melalui proses yang panjang, manaqib kembali bisa diadakan di Jami’ul Huda. Ini kali kedua, bulan kemarin tanggal lima Januari adalah pertama kali manaqib setelah vakum empat tahun,” ujar Feri.

“Alhamdulillah manaqib semalam dihadiri sekitar seratus lima puluh orang, dan ada tiga puluh jamaah baru yang talqin dzikir dengan Kiai Wahfiudin,” kata admin MLS Wardi Abdullah.

Talqin dzikir oleh Kiai Wahfiudin. (Foto: Wardi Abdullah)

“Untuk selanjutnya manaqib di Jami’ul Huda akan diadakan setiap Sabtu, pekan pertama tiap bulannya,” sambung aktivis TQN yang kerap disapa Bang Ntong.

Feri mengatakan ide mengaktifkan kembali manaqib di Masjid Jami’ul Huda berangkat dari diskusi dengan teman-teman yang aktif di komunitas WhatsApp Group MLS (Menembus Langit Suryalaya). Gayung bersambut mereka pun secara serius mulai memetakan rencana menghidupkan manaqib di beberapa tempat.

“Tahun ini kami akan berencana menghidupkan manaqib di dua masjid dan dua mushalla. Masjid al-Amir Kemayoran, Masjid Riyadul Jannah Apron Kemayoran, Mushalla al-Ikhlas dan Mushalla Nurul Hikmah Sunter Jakarta Utara,”  ujar Feri melalui pesan suara.

Berkembangnya majelis dzikir dan manaqib di Jakarta Pusat disikapi pengurus dengan mengembangkan program kaderisasi. Diharapkan program ini dapat memunculkan kader-kader muballigh dan muharrik.

Pengurus LDTQN Jakpus dan MLS bersama Kiai Wahfiudin. (Foto: Nugraha Romadhan)

“Insya Allah program ini juga akan kita kerjasamakan dengan MLS dan Dewan Masjid Indonesia, Wilayah Kecamatan Kemayoran. Kami akan undang para pengurus masjid,” sambungnya.

Selanjutnya Feri menyampaikan pengurus akan menyelenggarakan kursus tasawuf, pelatihan dakwah transformatif untuk remaja dan pemuda. Menurut Feri merekalah yang nantinya akan mengembangkan dan memakmurkan masjid-masjid yang menjadi tempat manaqib.

“Sehingga pada saatnya kami tidak ada, TQN Suryalaya tetap ada dan terus berkibar di wilayah Jakarta Pusat,” tutup Feri. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...