Ini Ringkasan Khutbah Shalat Gerhana di TQN Center

Jakarta – Pengurus Yayasan Serba Bakti (YSB) PP Suryalaya Korwil DKI Jakarta, rabu kemarin (9/3) menyelenggarakan shalat gerhana di Masjid Al Mubarak, Rawamangun Jakarta Timur. Masjid yang menjadi pusat kegiatan pengamal TQN Suryalaya di Jakarta ini dipenuhi jamaah dari berbagai wilayah.

Shalat dilaksanakan pukul 07:00 wib dengan imam merangkap khatib Ust. Abdul Latif SE. MA. Selesai khutbah, jamaah melanjutkan dengan shalat dhuha dan amaliyah dzikir harian.

Berikut ringkasan khutbah shalat gerhana,

Surat Yunus: 5, Dialah yang menjadikan matahari memancarkan cahaya dan bulan memantulkan cahaya, dan Dia-lah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Pada hari ini terjadi gerhana matahari, ada beberapa hikmah yang dapat kita petik:
1. Allah Maha Besar. Kita adalah bagian dari bumi dan bumi adalah bagian kecil dari tata surya. Artinya manusia adalah makhluk yang sangat kecil dibandingkan makhluk-makhluk lain yang ada di muka bumi. Oleh karena itu sebagai makhluk yang kecil, saat menghadapi tantangan hidup yang terjadi kita harus selalu bersama Allah yang Maha Besar. Manakala kita tidak bersama Allah yang Maha Besar kita tidak dapat berbuat hal yang besar.

Kesadaran bahwa kita mahluk yang lemah dan kecil hendaknya membuat kita tidak sombong. Dalam hadits qudsi, “siapa yang tidak sabar terhadap musibah ku, tidak bersyukur terhadap nikmat-nikmat ku, tidak ridha terhadap keputusan-keputusan ku, keluar dari antara langit dan bumi, cari tuhan selain Aku.”

Meskipun kita makhluk yang kecil dan lemah, Allah memberi tugas kepada kita sebagai khalifah di muka bumi. Maka makhluk yang kecil ini harus melibatkan Allah yang Maha Besar. Bagaimana caranya?

  • dalam setiap aktivitas kita, niatkan tujuan untuk mencari ridha Allah ?
  • memperbanyak dzikirullah

2. Pentingnya mengoptimalkan waktu. Setiap orang diberikan modal waktu yang sama dalam satu hari, 24 jam. Mereka yang bisa mengoptimalkan pemanfaatan waktu akan sukses dunia akhirat.

Imam Syafi’i ketika mengakhiri taklim membiasakan membaca surat al Ashr. Bagi beliau sekian banyak tausiah dan nasihat, cukup satu jika dipegang teguh sudah cukup yaitu mengoptimalkan waktu. Karena waktu sangat terbatas, jika sudah lewat tidak bisa kembali lagi.

Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.
(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya).

Ketika kita mau nonton televisi, melakukan aktivitas lainnya, kita tanya kepada diri sendiri,”apakah hal ini ada manfaatnya?” Lakukanlah aktifitas yang bermanfaat lalu berupaya untuk mengiringinya dengan dzikrullah agar semakin mendekat kepada Allah SWT.

Semoga gerhana matahari yang terjadi saat ini semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...