Ini yang Dibahas Kiai Athorid Siraj Saat Manaqib Syawal 1440 H di Suryalaya

Tasikmalaya – Wakil Talqin dari Pamekasan, Jawa Timur KH. Ahmad Athorid Siraj menjadi penceramah Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani (qs) Sabtu (15/6) di Masjid Nurul Asror Pontren Suryalaya Tasikmalaya. 

Berikut ringkasannya.

Bagaimana cara bertemu dengan Allah SWT. Pangersa Abah Anom telah mengajarkan kepada kita. Allah SWT tidak bisa ditatap dengan indra mata, didengar dengan telinga. Kita bisa berkomunikasi dengan-Nya melalui qalbu.

“…ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan qalbunya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal: 24).

Qalbu yang telah dibimbing oleh guru mursyid Insya Allah akan betah di masjid, tenang dan nikmat di masjid.

Kita perlu bersyukur karena bisa ziarah kepada Sulthan Auliya Syekh Abdul Qadir al-jailani (qs). Siapa yang membaca sejarah orang shaleh sama dengan orang yang ziarah. Semakin sering kita hadir manaqib maka semakin sering kita berziarah kepada tuan syekh.

Kita berziarah juga kepada Pangersa Abah. Secara jismani Abah sudah tidak ada di alam mulki, namun ada di alam barzah. Tetapi beliau masih bisa berkomunikasi dengan murid-muridnya.

Syekh Alwi al Hadad mengatakan “seorang wali yang sudah wafat lebih memperhatikan muridnya ketimbang masa hidupnya. Karena saat masa hidupnya ia masih sibuk dengan amaliyahnya sendiri.

Dengan menghadiri manaqib kita dapat berziarah kepada Abah, berziarah kepada Syekh Abdul Qadir al-Jailani (qs) sekaligus menjadi tamu Allah SWT.

Kita juga sedang dilatih menjadi orang mati. Banyak yang pergi manaqib meninggalkan rumah, harta, pekerjaan, pondok, rekan, keluarga. Itulah belajar mati, meninggalkan semuanya.

Banyak ikhwan dan akhwat yang tidur di teras masjid, dingin. Itu semua karena mahabbah kepada guru mursyid.

(Foto: FB Ust. Nurdin Mubarok)

Kita juga bersyukur atas barakah yang terlimpah. Barakah adalah bertambahnya kebaikan. Pulang dari manaqib Insya Allah dapat barakah, sehingga hidup bertambah kebaikannya. Kesehatan, rezeki, ilmu selalu bertambah keberkahannya.

Karamah ada yang bersifat fisik dan batin (ruhani). Karamah fisik tidak hanya bisa diperoleh oleh ahli dzikir, ahli hikmah juga bisa. Sedangkan karamah batin hanya melalui ahli dzikir. Bisa hadir manaqib, istiqamah dzikir dan bangun malam itu adalah karamah dari Pangersa Abah Anom.

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS. At-Takwir Ayat 29)

Alhamdulillah kita dikehendaki menjadi orang-orang yang ahli dzikir.

11 hari yang lalu kita telah meninggalkan bulan Ramadhan. Minal Aidin Wal Faizin, Semoga kita termasuk dari orang-orang yang kembali dan sukses.

Puasa orang thariqah adalah puasanya qalbu dari mengingat selain Allah. Inilah keberuntungan orang berthariqah melalui bimbingan syekh mursyid.

Imam Syafi’i mengatakan orang yang tidak berthariqah maka orang itu akan keras qalbunya. Tidak akan pernah merasakan nikmat dan taqwa kepada Allah SWT. Maka berthariqah itu hukumnya wajib. Terima kasih kepada Pangersa Abah Anom atas bimbingannya.

Insya Allah para pengamal tarekat termasuk orang-orang yang kembali dan sukses. (Idn)

 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...