Jalan Para Sufi, Jalan Menuju Dia

Tidak semua orang siap menderita. Namun semua orang siap untuk bahagia. Seringkali takdir hidup menghendaki lain. Artinya, ada yang menjalani takdir mengalami “penderitaan”, meskipun dalam kenyataannya tidak semua orang yang masuk definisi “menderita” betul-betul merasakan “penderitaan” itu.

Ada orang-orang yang mendapat status “menderita” ternyata menjalani keadaannya dengan suka hati, dan tidak merasa hidup dalam “penderitaan”.

Jadi definisi “menderita” untuk seseorang belum tentu sama dengan definisi “menderita” bagi orang lain. Tapi satu hal yang sama yaitu semua berharap untuk hidup yang lebih mapan dan lebih baik.

Dari sekian banyak orang di dunia ini, ada sebagian kecil dari mereka yang memilih untuk hidup “menderita”. Mereka memilih hidup tidak mengikuti hawa nafsunya.

Di saat sebagian besar orang menghendaki hidup nyaman dan mapan, mereka menjalani hidup atas apa yang diarahkan-Nya. Bukan karena tidak mampu seperti orang kebanyakan. Mereka tidak memilih untuk “menderita” atau “bahagia” menurut kacamata manusia. Mereka hanya menjalani peran yang diamanahkan. Orang sering menyebutnya sebagai kaum sufi.

Para sufi memiliki komitmen menempuh jalan ruhani untuk mendekat kepada Allah SWT. Mereka menyadari hakikat diri sesungguhnya adalah diri yang berwujud ruhani dengan qalbu sebagai pusatnya. Sedangkan jismani hanyalah cangkang atau wadah agar manusia bisa berkarya di dunia.

Sejak awal mereka diajarkan untuk mencapai kesucian batin dengan jalan memperkuat qalbu dengan dzikrullah dan melemahkan hawa nafsu dengan memperbanyak amaliah seperti puasa, shalat malam.

Jalan “penderitaan” tidak menghalangi mereka untuk berkecukupan secara duniawi. Dunia hanya sebatas dalam genggaman tangan, tidak masuk ke dalam qalbu. Qalbu hanya untuk Dia. Dunia dijadikan sebagai wasilah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyedekahkannya kepada yang lebih membutuhkan.

Latihan pembersihan diri ini sering disebut suluk. Kadang disebut via purgative atau takhalli. Proses ini terus berjalan sepanjang hayat.

“Dan orang- orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang baik”. Surat Al-Ankabut, Ayat 69.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...