Perpaduan Belajar dan Berdzikir Hasilkan Karya Terbaik

Dua fungsi qalbu adalah dzikir dan pikir. Perlu seimbang dalam penggunaannya. Tidak boleh hanya salah satu fungsi yang dikembangkan. Dzikir menuju Allah dengan rasa tanpa logika, sedangkan pikir mencermati fenomena alam menggunakan logika.

Suatu ketika Nabi Musa As pernah ditanya muridnya, ”Wahai Musa, adakah di dunia ini yang lebih tinggi ilmunya dari dirimu?” Nabi Musa menjawab bahwa tidak ada manusia lain yang ilmunya lebih tinggi dari dirinya.

Allah menegur dan berfirman, ”Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu.”

Nabi Musa pun mencari hamba Allah yang dimaksud, Nabi Khidir As.

Singkat cerita, setelah melalui berbagai macam perjalanan yang sarat pengalaman spiritual, Nabi Musa luruh dan mengakui kebesaran Allah yang diperlihatkan melalui salah seorang kekasihNya, Nabi Khidir As.

Dalam Qs Al Kahfi ayat 65, Allah SWT berfirman “lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan Ilmu kepadanya dari sisi Kami.” 

Hamba Allah yang dikaruniakan rahmat dan ilmu dari Allah bukan hanya Nabi Khidir semata. Siapa pun dari kita bila termasuk yang diberikan rahmat dan ilmunya Allah maka bolehlah disebut sebagai “Khidir”. Ini menjadi sebagian dari tanda-tanda kebesaran sekaligus rahasia Allah SWT.

Allah menurunkan ayat tersebut agar kita tidak merasa lebih baik atau paling pintar dibandingkan lainnya. Masih banyak hamba Allah yang jauh lebih baik dari kita.

Ketika guru menyampaikan pelajaran, kemampuan memahami yang diterima santri sangat beragam. Ada yang paham 70 persen, 50 persen bahkan 30 persen. Namun sangat memungkinkan ada yang bisa paham lebih dari 150 persen.

Rahmat dan ilmu-Nya diberikan kepada siapa saja yang ia kehendaki. Meskipun penyampaian guru tidak baik dan lancar, sangat mungkin santri yang menjaga kebersihan qalbu mendapatkan limpahan kepahaman jauh melebihi apa yang diajarkan gurunya.

Oleh karena itu teruslah belajar dan berdzikir untuk menghasilkan karya terbaik bagi banyak orang.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...